Amping Parak Tetaskan 1000 Telur Penyu dengan Incubator Buatan

  • Feb 22, 2026
  • Kompasnagari.kim.id
  • Flora & Fauna

KOMPAS_NAGARI-Pengelola Konservasi Penyu Amping Parak terus melangkah dengan inovasi penetasan buatan telur penyu. Saat ini Amping Parak sedang melakukan upaya penetasan 1000 butir telur penyu dengan alat penetasan buatan.

Alat penetasan yang digunakan adalah Intan Box hasil kerjasama Konservasi Penyu Amping Parak dengan Konservasi Penyu Banyuwangi. "Peralatan penetasan tersebut merupakan peralatan terbaru dan merupakan inovasi dibidang konservasi," kata Haridman selaku Ketua Konservasi Penyu Amping Parak Minggu (22/2/2026).

Mesin penetasan penyu tersebut menurut Haridman memiliki beberapa keunggulan. "Mesin tetas ini mampu menjawab tantangan perubahan suhu bumi yang mengakibatkan penyu yang menetas berjenis kelami betina, sementara penyu butuh pejantan untuk berkembang biak. Maka mesin tetas ini mampu menghasilkan anak penyu jantan dengan menurunkan suhu penetasan di bawah suhu bumi," kata Haridman.

Dijelaskan Haridman, manfaat lain dari mesin tetas adalah tingginya angka menetas. Jumlah penyu menetas di atas 90 persen, hal ini disebabkan penanganan selama penetasan terlaksana dengan baik.

"Mesin tetas buatan untuk penyu ini juga memudahkan pengawasan telur penyu selama penetasan. Setidaknya tidak ada gangguan predator selama penyu ditetaskan," ungkap Haridman lagi.

Ditambahkannya, saat ini di mesin tetas yang dimiliki Konservasi Penyu Amping Parak terdapat 1000 butir telur penyu dari berbagai jenis. "Dalam mesin tetas kami ada telur dari jenis lekang, hijau dan sisik. Lama penetasan berbeda diantara jenis penyu tersebut. Penyu hijau menetas pada kurun waktu 68 hari, sementara penyu lekang dan sisik butuh waktu 47 hari," katanya.

Inovasi penetasan telur penyu di Amping Parak kini sering menjadi tempat edukasi bagi masyarakat dan perguruan tinggi baik di Sumatera Barat maupun dari luar Sumatera Barat. (Syahrul)