Angka Kelahiran Pessel Tinggi
- Jun 03, 2025
- Kompasnagari.kim.id
- Informasi Umum
KOMPASNAGARI.KIM.ID-Angka kelahiran bayi di Pesisir Selatan masih tinggi. Setiap bulan, angka kelahiran mencapai 850 hingga 1.000 orang. Angka kelahiran yang besar itu mengakibatkan daerah ini jauh melampaui rata - rata angka kelahiran nasional. Disatu sisi angka kemiskinan menurun, disisi lain kelahiran sangat besar.
Berdasarkan laporan Muslim, ahli kebidanan di daerah itu ke Pemkab Pessel, 850 hingga 1.000 kelahiran tersebut termasuk dengan pasien yang melahirkan tingkat Bidan Desa dan tidak masuk yang dilahirkan tenaga dukun.
Sementara Wakil Bupati Pessel Risnaldi menyebutkan, dengan kelahiran 850 bayi setiap bulan, rata rata pertambahan penduduk daerah ini lebih kurang 10.000 orang. Ia menduga, program Keluarga Berencana (KB) belum terlaksana dengan sukses. "Program KB tampaknya belum dilaksanakan Pasangan Usia Subur (PUS) di daerah ini," katanya.
Disebutkannya, data yang diberikan ahli kebidanan Pessel, memang berbeda jauh dengan hasil pendataan BPS pada tahun lalu. "Kini telah terjadi pertambahan penduduk sebesar 3,5 persen setahun. Dan angka ini jauh melampaui angka nasional. Pertambahan angka penduduk yang demikian besar bakal menimbulkan banyak persoalan dikemudian hari," katanya lagi.
Dikatakannya, permasalahan yang bakal muncul dengan pertambahan jumlah penduduk yang besar itu adalah menyangkut kesejahteraan masyarakat daerah ini.
"Pertambahan penduduk akan memantik kemiskinan lagi. Ia juga berimbas pada lapangan kerja, pemenuhan kebutuhan pendidikan, pengrusakan lingkungan," katanya.
Pesisir Selatan dibayang banyangi ledakan penduduk. Angka penduduk Pesisir Selatan tidak seperti yang diproyeksikan dalam RPJP Pesisir Selatan. Tahun 2024, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pesisir Selatan mencatat jumlah penduduk di daerah itu telah lebih setengah juta atau 125.488 KK setelah dilakukan pemutakhiran data kependudukan.
"Dibandingkan target RPJP Pesisir Selatan proyeksi penduduk Pesisir Selatan jauh meleset dimana pada tahun 2024 hanya sebesar 447.634 orang, namun kenyataaannya mengalami lonjakan sangat signifikan, yakni mencapai setengah juta lebih," katanya.
Disebutkannya, Pessel juga pernah mengalami lonjakan penduduk yang hebat pada rentang tahun 2000 - 2005 lalu yaitu mencapai 1,6 persen, namun setelah itu berhasil mengendalikannya menjadi 1,1 persen setahun lewat program Keluarga Berencana.
"Jumlah penduduk yang banyak disatu sisi bisa di sebut sebagai potensi sumberdaya, namun disisi lain jumlah yang banyak juga menjadi tantangan bagi pembangunan Pesisir Selatan," katanya lagi.
Menurutnya, dengan bertambahnya penduduk Pesisir Selatan akan menyebabkan terjadinya pengalihan lahan pertanian menjadi lahan perumahan. Jika dalam lima tahun saja terjadi peningkatan penduduk sebesar 3,5 kali 5 atau 15 persen tentu juga akan terjadi pegalihan lahan sebesar itu. Hal ini merupakan tantangan berat bagi peningkatan produksi pertanian daerah. Peningkatan penduduk adalah tantangan bagi pelayanan publik dalam tahun tahun mendatang.
Terkait KB, Anti (35) dan Ijal (37) Pasangan Usia Subur di Langgai, Surantiah mengaku, ia tidak menggunakan alat kontrasepsi. "Program KB tidak tersosialisasi dengan baik, mendapatkan alatnya juga sulit. Bahkan semenjak nikah tahun 1999 lalu, saya tidak pernah ber KB," katanya. Anti dan Ijal kini telah punya empat orang anak.(har)