Bayang Utara Perlu Bibit Karet dan Kakao
- Jun 06, 2025
- Kompasnagari.kim.id
- Informasi Umum
KOMPASNAGARI.KIM.ID-Petani di Kecamatan Bayang Utara berharap tahun 2025 ini dapat menambah tanaman karet dan kakao. Bayang Utara membutuhkan 500 ribu bibit tersebut. Hal itu mengemuka ketika nagari di Bayang Utara menggelar musyawarah perencanaan pembangunan.
Setidaknya ada empat nagari yang butuh bibit kako dan bibit karet tersebut yakni Limaugadang, Pancung Taba, Muaro Aie, Koto Ranah dan Puluik Puluik.
Menurut keterangan Azwir, Tokoh Nagari Limau Gadang, nagari tersebut memiliki potensi perkebunan cukup besar untuk dikembangkan. Terdapat setidaknya sekitar 90 hingga 100 hektar lahan perkebunan yang bisa digarap untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dengan komoditi karet dan kakao.
"Namun selama ini, masyarakat kami terkendala dengan sulitnya biaya pengolahan lahan dan untuk memperoleh bibit unggul. Di Limaugadang dan Pancung Taba, berdasarkan hasil pengkajian potensi nagari dibutuhkan lebih kurang 150 ribu sampai 200 ribu bibit karet dan kakao unggul," ujarnya.
Kemudian di nagari Muaro Aie menurut Joenaidi, lahan yang bisa di olah untuk perkebunan juga belum tergarap maksimal oleh masyarakat. Bahkan masih banyak lahan kosong yang tidak tersentuh.
Joenaidi menyebutkan, masyarakat disini juga kesulitan untuk mendapatkan bibit unggul. Selain itu sejumlah persoalan infrastruktur juga melanda daerah tersebut. "Padahal Muaro Aie memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Apalagi Kampung Dilan," ujarnya lagi.
Disebutkannya, kebutuhan bibit kakao dan karet sekitar 50 ribu batang. Meski ini, masuk dalam urusan pilihan dalam penyusunan RPJM tahun 2015 mendatang, ia berharap dinas terkait perlu memperhatikan usulan ini untuk didanai.
Selanjutnya di Nagari Koto Ranah kebutuhan akan bibit kakao dan karet juga sangat besar. "Nagari kami butuh bibit sebesar 200 ribu batang. Ini sudah sering kita usulkan melalui Musrenbang, bahkan hingga kabupaten, namun belum ada realisasinya, kita berharap tahunb 2015 terealisasi," ujar Asrizal selaku Wali Nagari Koto Ranah.
Sementara di Puluik Puluik, kebutuhan bibit sekitar 100 hingga 150 ribu batang. Di Pului Puluik, selain kawasan wisata ternyata juga memiliki potensi perkebunan yang cukup besar.(har)