Bila Musim Durian di Pessel

  • Mar 19, 2025
  • Kompasnagari.kim.id
  • Paket Wisata, Informasi Umum, Kuliner

Pesisir Selatan juga terkenal sebagai daerah penghasil durian. Tanaman berpohon besar ini rata - rata berbuah pada bulan September hingga Desember. Namun kadang juga berbuah pada bulan bulan tertentu.

Didaerah ini, tanaman durian jarang yang dibudidayakan, umumnya tumbuh di hutan atau diladang ladang warga warisan nenek moyang.

Itu makanya, akan sulit ditemui lahan perkebunan warga yang ditumbuhi durian muda hasil budi daya. Rata rata merka masih mengandalkan warisan nenek moyang atau kebaikan hutan saja yang budidayanya berlangsung secara alami, misalnya biji yang tersebar akibat hewan. Alhasil, sebaran durian yang tertanam secara masif dan tidak sengaja tersebut menyebabkan terlalu banyak jenis durian didaerah tersebut.

Produksi durian tergantung sebaran hutan. Jika kawasan hutan masih banyak disuatu daerah, maka disana akan menjadi sentra produksi durian. Misalnya di Koto XI Tarusan, Surantih, Lengayang, Ranah Pesisir dan Linggo.

Khusus di Tarusan hutan penghasil durian justeru berada sangat dekat dengan jalan nasional, sehingga biaya angkut dan proses pemasaran lebih mudah. DiTarusan bila musim durian tiba maka sepanjang jalan nasional akan dengan mudah menemukan pondok pondok menjual durian, Disini juga menyediakan ketan. Ruas jalan nasional menyebabkan pelayanan penjual durian dapat lebih baik.

Selanjutnya di Indrapura, Tapan dan Lunang Silaut merupakan kawasan dengan produksi durian yang paling sedikit. Hutannya telah lama dibabat dan berganti fungsi menjadi lahan perkebunan.

Dilengayang dan Sutera, bila musim berbuah, warga yang memiliki lahan dihutan akan sangat sulit memasarkan. Alasannya, pertama karena biaya angkut sangat tinggi sementara nilai jual sangat rendah. Yang paling menguntungkan bagi pemilik durian adalah, bila terjadi musim buah "salek" seperti yang terjadi saat ini. Buah sedikit, pembeli banyak. Sesuai benar dengan hukum ekonomi, barang sedikit harga mahal, barang banyak harga akan murah, maka kini harga durian selangit. Harga durian bisa mencapai Rp 20 ribu perbuah. Musim berbuah juga mendatangkan keuntungan bagi buruh angkut durian.

Lantas menyangkut durian yang paling terkenal akan sulit merumuskannya. Jika pertanyaan ini muncul ada dua hal yang harus dijawab. Pertama apakah terkenal karena sebagai penghasil, atau yang kedua terkenal karena cita rasa durian itu sendiri. Hanya ini jawaban yang bisa diberikan. Apa pasal? Karena jenis durian dengan jenis yang sama tersebar merata disetiap daerah.

Untuk yang pertama, terkenal sebagai penghasil, jawaban atas pertanyaan ini adalah mengacu menyangkut daerahnya. Di Pesisir Selatan yang terkenal sebagai penghasil durian adalah kecamatan Lengayang dan Tarusan. Alasannya, total produksi didua wilayah ini bila musim durian sangat besar dibanding beberapa kecamatan lainnya. Ia menjadi pemasok durian untuk daerah luar.

Selanjutnya yang kedua terkenal karena rasa. Soal ini tidak bisa dijawab dengan mengedepankan daerah asal, sebab seperti yang dikatakan tadi, setiap daerah memiliki sebaran jenis durian yang hampir sama. Namun pertanyaan tersebut bisa dijawab dengan jenis durian itu sendiri.

Jenis durian yang amat digemari masyarakat atau konsumen adalah jenis durian kunyit. Jenis ini tersebar merata disetiap kecamatan. Kelebihan jenis durian ini adalah rasanya yang amat lezat dengan warna daging buah kuning apalagi jika dimakan dengan ketan hitam. Selanjutnya durian kunyit juga bisa tahan agak lama disimpan. Sepanjang kulitnya tidak rengkah, maka aromanya tidak berkurang. Jadi bisa di simpulkan jika menggunakan daerah dan rasa sekaligus cukup dijawab dengan durian kunyit asal Pessel, titik.

Kemudian durian yang cukup digemari adalah durian kambuik. Ukurannya besar, daging buah tebal, rasanya juga manis. Bedanya dengan durian kunyit, durian kambuik warnanya agak pucat dan tidak tahan lama diangin anginkan. (Haridman Kambang)