Bupati Rusma Yul Anwar Kukuhkan Paskibraka Kabupaten Pesisir Selatan

  • Aug 16, 2023
  • Kompasnagari.kim.id
  • Paket Wisata

Painan, LTC News- Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar mengukuhkan Pasukan Pengibar Bedera (Paskibra) Pessel tahun 2023. Pengukuhan berlangsung di Auditorium Painan Convention Centre (PCC), Jalan Agus Painan, Selasa (15/8/2023). Anggota Paskibra tersebut berasal dari 15 Kecamatan di Pesisir Selatan.

Terdapat beberapa agenda yang akan diikuti Paskibra. Setelah pengkukuhan, hari berikutnya yakni Rabu (1/8/2023) dilanjutkan dengan Sidang Paripurna Istimewa Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo secara virtual di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Jalan H Agus Salim Painan.

Puncaknya adalah Pengibaran Bendera Merah Putih dan Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 1945 yang dilaksanakan dalam Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indoensia  pada hari Kamis (17/8/ 2023), di Stadion Utama, H. Ilyas Yakub Painan Kabupaten Pesisir Selatan. 

Upacara Pengukuhan Paskibara Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2023, dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu wajib nasional "Mengheningkan Cipta", karya T Parawit. Lagu 'Mengheningkan Cipta' adalah lagu nasional yang wajib dinyanyikan dalam rangkaian upacara bendera selain lagu kebangsaan 'Indonesia Raya'. 

Hal ini bertujuan sebagai penghormatan kepada para pahlawan yang sudah memperjuangkan dan telah gugur untuk merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah. 

Rusma Yul Anwar berpesan dan meningkatkan rasa syukur kepada Sang Khaliq atas ridhoNya sehingga calon pengibar bendera pusaka ini bisa sampai ketahap pengukuhan."Pesan saya kepada adik-adik Paskibraka agar lebih mengenal jati dirinya sebagai generasi penerus bangsa, dan dituntut untuk bersikap dan berprilaku sesuai dengan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Lebih lanjut, ia menyeburkan, pengukuhan ini bermakna bahwa Paskibraka itu berjiwa kesatria, satunya perkataan dengan perbutan, bertanggung jawab, rela berkorban untuk Ibu Pertiwi, yakni sebagai perwujudan tanah air Indonesia. 

"Tak bisa dipungkiri. Tengoklah sejarah perjuangan bangsa kita. Bergelimangan darah dan air mata. Ribuan jiwa dan jasat  yang terkapar untuk membela bendera pusaka Sang Merah Putih. Pengorbanan demi pengorbanan. Perjuangan demi perjuangan, untuk apa? Perjuangan untuk siapa? Kemerdekaan! Perjuangan untuk mencapai Cita-cita Proklamasi, kesejahteraan untuk seluruh rakyat, harkat manusia. Namun, perlu di ingat. Kerja belum selesai. Di depan, lahan luas terbentang menanti sentuhan tangan-tangan terpuji. Itulah, kalimat pengantar pengukuhan Paskibraka tersebut. Sebagai wujudnya maka adik-adik diminta untuk mengucapkan ikrar," pugkasnya. (LTC News)