Buya Samik Ibrahim Orang Pessel Pertama Inisiator Shalat Idulfitri di Lapangan

  • Mar 30, 2025
  • Kompasnagari.kim.id
  • Informasi Umum, Agama, Adat & Budaya

KOMPASNAGARI.KIM.ID -Ummat Islam pada hari Senin tanggal 31 Maret 2025 menyelenggarakan shalat Idulfitri tahun 1446 Hijriah. Kenalkah sahabat KOMPASNAGARI.KIM. ID siapa orang pertama yang mempopulerkan shalat Ied di tanah lapang atau lapangan di Pesisir Selatan? Jawabannya adalah Buya Samik Ibrahim.

Dikutip dari buku Biografi Samik Ibrahim yang diterbitkan UMSB, Buya Samik Ibrahim adalah tokoh pendiri Muhammadiyah Pesisir Selatan yang lahir di Nyiur Gading, Nagari Kambang, Kecamatan Lengayang. Isteri Buya Samik Ibrahim berasal dari Nagari Amping Parak (sekarang masuk ke dalam Kecamatan Sutera). Sebagai pengingat perjuangan beliau, di Amping Parak dibangun Masjid Samik Ibrahim Muhammadiyah.

Berikut beberapa kisah heroik Buya Samik Ibrahim yang patut diketahui dan diteladani anak muda Pesisir Selatan, termasuk kisah penangkapan oleh polisi Belanda ketika memobilisasi jemaah shalat Idulfitri di lapangan. Sebelum Buya Samik Ibrahim menginisiasi shalat Idulfitri di lapangan, shalat diadakan di dalam mesjid di bawah pengawasan ketat pemerintah, bahkan bahasa yang digunakan saat menyampaikan isi khutbah tidak boleh menggunakan bahasa lokal maupun bahasa Indonesia agar jemaah tidak mengerti isi khotbah. 

Pada tahun 1924, Samik Ibrahim menjadi Guru Bantu di Sekolah Volks Koto Pulai Nagari Kambang. Lalu pada tahun 1926, dia dipromosikan menjadi directuur (baca: kepala sekolah desa) Volks School di Amping Parak.

Saat itu, dia langsung melakukan gebrakan dengan mengubah kurikulum yang diterapkan pemerintah Kolonial Belanda. Terutama pada materi menyanyi menjadi mengaji Alquran. Sontak saja, kebijakan yang bertahan dua tahun itu membuat Inspektur Sekolah meradang dan memecatnya. Buntutnya tidak hanya berhenti, Samik pun masuk "kandang situmbin" di Painan.

Lepas dari penjara Painan pada tahun 1928, Samik terjun dalam gerakan Islam berkemajuan yakni Persyarikatan Muhammadiyah. Ia aktif merintis cabang-cabang Muhammadiyah di wilayah Pesisir Selatan/Bandar Sepuluh seperti Air Haji, Sungai Talang, Amping Parak, Pelangai, Kambang, Lumpo, Balai Selasa, Inderapura, Tapan.

Aktifitasnya berpusat di Pasar Baru Lakitan. Memobilisasi masyarakat Kambang dalam suatu Tabligh Akbar di lapangan Padang Cupak. Tabligh dibubarkan oleh Kepala Nagari dengan bantuan kaki tangan Belanda. Kembali  Samik Ibrahim  ditahan di Painan dengan tuduhan provokator dan mengganggu ketentraman umum.

Pada tahun 1930, kembali Samik melanjutkan pergerakan. Untuk menyemarakkan Konggres Muhammadiyah ke-19 di Fort de Kock Bukittinggi, Samik mengumpulkan aktivis Muhammadiyah untuk melakukan arak-arakan dan pawai akbar di Painan. Buntutnya, Hoofdbestuur Veldpolitie membubarkan arak-arakan dan pawai akbar tersebut. Samik Ibrahim sebagai Koordinator Lapangan diinterogasi dan kemudian kembali ditahan di penjara Painan.

Setelah habis masa mendekam di "Hotel Pordeo", maka pada awal tahun 1931, Samik Ibrahim tidak kendur semangatnya sedikitpun. Samik kembali memimpin pergerakan Muhammadiyah dengan berbagai aktivitas gerakan sosial, politik dan keagamaan namun terjerat hukum lagi. Permasalahannya sederhana saja. Samik memobilisasi shalat Idulfitri di tanah lapang di beberapa nagari. Diantaranya Sungai Talang, Lumpo, Amping Parak, Kambang, Pasar Baru, Air Haji, dan Inderapura. Dia pun dikenai pasal vergader verbond (larangan bicara dimuka umum).

Dua tahun kemudian, Samik lagi - lagi dipidana. Kali ini, dia berhadapan dengan Politieke Inlichtingen Dienst (PID). Persoalan itu muncul akibat tulisan Samik, yang dirilis dalam buku Akidah dan Tasawuf Islam. Yang membuat Pemerintah Belanda meradang adalah, tulisannya membahas keganasan militer Italia atas muslim di Tripoli Libya. Akibatnya, buku itu pun dibredel. Samik pun dikurung selama 4 bulan 10 hari di penjara Painan. Tak sampai disitu, ia juga dibuang dari Pesisir Selatan atau Bandar X dan berhijrah ke Sungai Penuh Kerinci.

Selamat Idulfitri 1446 Hijriah !

(Haridman, Pimpinan Redaksi KOMPASNAGARI.KIM.ID)