Dihadiri DLH Pessel, KKN Unand Gelar Edukasi Sampah Terpadu di Amping Parak
- Feb 05, 2026
- Kompasnagari.kim.id
- Informasi Umum
Laporan : Tim KKN Universitas Andalas Nagari Amping Parak 2026
Permasalahan sampah masih menjadi tantangan serius di Nagari Amping Parak, sebuah nagari wisata pantai yang dikenal sebagai kawasan Pantai Penyu dan pusat konservasi penyu di Kabupaten Pesisir Selatan. Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas Nagari Amping Parak 2026, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu Dr. dr. Siti Nurhajjah, M.Si. Med, menggelar Edukasi Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu, Senin (26/1/2026), di Pusat Edukasi Pantai Penyu Nagari Amping Parak.
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–13.00 WIB ini dihadiri oleh 73 peserta, yang terdiri dari seluruh petinggi nagari, kepala kampung, perwakilan kecamatan, ibu-ibu PKK, serta masyarakat sekitar. Kegiatan ini menjadi istimewa karena dihadiri langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pesisir Selatan yang sekaligus meresmikan pelaksanaan kegiatan edukasi tersebut.

Sebagai nagari wisata, Amping Parak menghadapi dilema klasik antara meningkatnya aktivitas masyarakat dan wisata dengan sistem pengelolaan sampah yang belum optimal. Bank sampah yang sempat terbentuk tidak lagi berjalan, sampah masih ditemukan berserakan di tepi jalan, tidak tersedianya TPA di sekitar nagari maupun kecamatan, serta kebiasaan membakar sampah masih menjadi praktik yang dilakukan sebagian masyarakat. Kondisi ini dinilai berisiko mencemari lingkungan, khususnya kawasan konservasi penyu yang menjadi ikon nagari.
Melalui edukasi ini, mahasiswa KKN menyampaikan materi pengelolaan sampah terpadu yang menekankan pengurangan sampah dari sumber, pemilahan sampah, pemanfaatan bank sampah, serta perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sehari-hari. Materi disampaikan secara komunikatif dan interaktif agar mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan edukasi pengelolaan sampah yang baik dan benar sesuai prinsip pengelolaan sampah terpadu. Selanjutnya, peserta diberikan pemaparan mengenai jenis-jenis sampah, mulai dari sampah organik, anorganik, hingga residu, beserta cara pengelolaan yang tepat pada masing-masing jenis sampah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan pupuk kompos dari sampah organik, sebagai upaya menunjukkan bahwa sampah rumah tangga dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai guna
“Mengelola sampah itu sebenarnya tidak sulit. Kuncinya bukan pada alat yang mahal, tapi pada kemauan. Mulai dari diri sendiri, mulai dari rumah, dan jangan malas memilah sampah,” ujar Risman, mahasiswa Teknik Lingkungan, sekaligus Penanggung Jawab Program Edukasi Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu.
Kehadiran DLH Kabupaten Pesisir Selatan dalam kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Pihak DLH menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa KKN Universitas Andalas serta menjadikan kegiatan ini sebagai bahan catatan dan evaluasi terkait kondisi dan sistem pengelolaan sampah di Nagari Amping Parak ke depannya.

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung aktif selama kegiatan. Berbagai masukan dan pengalaman masyarakat terkait pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga dan nagari menjadi bahan pembelajaran bersama dalam forum tersebut. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Andalas Nagari Amping Parak 2026 berharap edukasi yang diberikan dapat menjadi langkah awal perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga lingkungan nagari wisata Pantai Penyu agar tetap bersih, sehat, dan lestari.(*)