Dr. Murisal, S.Ag., M.Pd Murisal, Sukses itu tak mengenal Asal
- Apr 11, 2026
- Kompasnagari.kim.id
- Agama, Adat & Budaya
Penulis : Pasisia Bana
Ia lahir di Padang Laban, sebuah kampuang di Kecamatan Ranah Pesisir, Pesisir Selatan, pada penghujung tahun 1972. Kampung itu jauh dari hiruk-pikuk kota, namun kaya akan nilai ketekunan dan kesederhanaan. Dari sanalah Dr. Murisal, M.Pd. memulai hidupnya—seorang anak kampung yang sejak awal terbiasa menghadapi keterbatasan tanpa banyak mengeluh. Lingkungan pesisir membentuk wataknya: sabar, tekun, dan percaya bahwa perubahan hanya mungkin dicapai lewat kerja keras yang konsisten.
Pendidikan dasar ditempuhnya di SD Inpres Padang Laban, lalu berlanjut ke SMP Negeri Balai Selasa dan MAN Balai Selasa. Jalur pendidikan yang dilaluinya tidak selalu mulus, tetapi justru di sanalah daya juangnya teruji. Bagi Murisal, sekolah bukan sekadar tempat mengejar nilai, melainkan ruang untuk menemukan makna hidup dan arah masa depan. Kesadaran itu tumbuh pelan-pelan, seiring keterbatasan yang ia jumpai sejak remaja.
Pilihan melanjutkan studi ke Fakultas Dakwah IAIN Imam Bonjol Padang menjadi titik balik penting. Di kampus itulah ia menemukan panggilan intelektualnya: membangun manusia lewat bimbingan dan konseling. Ia menamatkan studi sarjana pada 1996, membawa serta kegelisahan khas anak daerah—tentang akses pendidikan, tentang masa depan generasi muda, dan tentang bagaimana negara hadir dalam kehidupan mereka.
Kegelisahan itu membawanya ke Universitas Negeri Padang. Program Magister Bimbingan dan Konseling diselesaikannya pada 2002, dengan tesis yang mengulas kesukarelaan siswa dalam mengikuti layanan konseling di sekolah. Tema tersebut mencerminkan watak berpikir Murisal: membumi, dekat dengan realitas, dan berpihak pada subjek didik. Ia tidak tertarik pada teori yang menjulang, tetapi hampa di lapangan.
Perjalanan akademiknya sempat terhenti oleh tanggung jawab hidup dan keluarga. Namun hasrat belajar tak pernah benar-benar padam. Pada 2019, ia kembali ke UNP untuk menuntaskan pendidikan doktoral di bidang Ilmu Pendidikan. Disertasinya merumuskan model konseling kelompok dengan pendekatan trait and factor guna membantu kematangan pilihan karier siswa SMA. Sebuah kajian yang lahir dari pengamatan panjang terhadap kebingungan remaja menentukan masa depan.
Di balik capaian akademiknya, Murisal adalah sosok keluarga. Ia hidup bersama istrinya, Dewi Istiqamah, dan membesarkan putri mereka, Annisa Nabihah Salwi, yang kini menempuh pendidikan tinggi di Universitas Andalas dan UIN Imam Bonjol Padang. Baginya, pendidikan bukan hanya konsep yang diajarkan di kelas, tetapi nilai yang dihidupkan dalam rumah tangga.
Kini, Murisal menetap di Padang Barat, namun akar kampungnya tak pernah tercerabut. Padang Laban tetap hadir dalam cara berpikir dan bersikapnya. Ia membawa kampung itu ke ruang akademik—dalam bahasa yang sederhana, pendekatan yang humanis, dan keberpihakan pada mereka yang sering tertinggal oleh sistem.
Dr. Murisal adalah potret keuletan yang sunyi. Tidak lahir dari gemerlap prestasi instan, melainkan dari perjalanan panjang yang ditempuh dengan kesabaran. Dari kampung pesisir hingga dunia akademik, kisah hidupnya menegaskan satu hal: pendidikan bukan sekadar tangga sosial, melainkan jalan pengabdian—yang ditempuh perlahan, tapi pasti.
Saat ini ia adalah Dekan Fakultas Dakwah UIN IB Padang.