Elza Syarief, Orang Painan, Pengacara Papan Atas Indonesia.

  • Mar 13, 2026
  • Kompasnagari.kim.id
  • Artikel

Oleh : FB Pasisia Bana
Elza Syarief merupakan salah satu advokat perempuan Indonesia yang dikenal luas karena kiprahnya dalam berbagai perkara besar, baik di bidang korporasi, politik, maupun kasus selebritas. Ia lahir di Jakarta pada 24 Juli 1957 dari keluarga asal Painan yang memiliki latar belakang akademik kuat.

Ayahnya, Drs. Syarief Samsuddin, adalah dosen ekonomi lulusan Universitas Indonesia yang kemudian berkarier di Bank Rakyat Indonesia hingga menduduki posisi Direktur Muda. Lingkungan keluarga yang dekat dengan dunia pendidikan mendorong Elza menempuh pendidikan tinggi di bidang hukum. Ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Jayabaya pada 1987, kemudian melanjutkan Magister dan Doktor Hukum Bisnis di Universitas Padjadjaran, keduanya diselesaikan dengan predikat cum laude.

Karier Elza Syarief di dunia advokasi dimulai ketika ia bergabung dengan kantor hukum milik pengacara senior O.C. Kaligis. Pada 1991 ia mendirikan kantor hukum sendiri, Elza Syarief & Partner, yang kemudian berkembang menjadi salah satu firma hukum yang menangani berbagai perkara besar di Indonesia. Namanya mulai dikenal luas ketika menjadi kuasa hukum sejumlah perusahaan besar serta tokoh penting di lingkungan keluarga Presiden Soeharto. Ia pernah menjadi pengacara Bambang Trihatmodjo, Siti Hardijanti Rukmana, hingga Hutomo Mandala Putra dalam kasus tukar guling Bulog dengan perusahaan Goro.

Selain menangani perkara korporasi, Elza juga dikenal sebagai pengacara yang sering menangani kasus para selebritas. Di antaranya menjadi kuasa hukum Maia Estianty, Tamara Bleszynski, Jessica Iskandar, Nikita Willy, Gary Iskak, hingga Denada Tambunan. Pengalamannya menangani berbagai perkara yang menyita perhatian publik menjadikannya salah satu advokat yang kerap diundang sebagai narasumber hukum di berbagai program televisi nasional.

Di dunia organisasi profesi, Elza Syarief termasuk tokoh yang aktif. Ia pernah menjadi Wakil Sekretaris Jenderal Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) sejak 2004 hingga 2015. Pada 2014–2019 ia menjabat Ketua Umum Himpunan Advokat dan Pengacara Indonesia (HAPI). Melihat dinamika dan perpecahan organisasi advokat, pada 2021 ia turut mendirikan Perkumpulan Penasihat dan Konsultan Hukum Indonesia (PERHAKHI) dan kemudian menjabat sebagai ketua umum organisasi tersebut sejak 2022.

Selain di bidang hukum, Elza juga aktif dalam organisasi kewirausahaan perempuan. Ia pernah menjadi Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan mendirikan Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (PERWIRA), yang kembali mempercayainya sebagai ketua umum untuk periode 2022–2027. Di lingkungan sosial budaya, ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang.

Sebagai akademisi, Elza Syarief aktif mengajar di berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Jayabaya, Universitas Tarumanegara, Universitas Pancasila, serta Universitas Internasional Batam. Pada 14 September 2023 ia dikukuhkan sebagai guru besar hukum di Universitas Internasional Batam.

Di bidang politik, Elza pernah terlibat dalam beberapa partai politik. Ia ikut mendirikan Partai Hanura pada 2006, kemudian sempat bergabung dengan Partai Gerindra dan terlibat dalam tim advokat yang mendukung pasangan Prabowo Subianto–Hatta Rajasa dalam sengketa Pilpres 2014 di Mahkamah Konstitusi.

Di luar profesinya sebagai advokat dan akademisi, Elza juga aktif dalam dunia media. Sejak 2022 ia menjadi pembawa acara program “Evening Show with Elza Syarief” di TVRI Jakarta yang membahas edukasi hukum bagi masyarakat.

Dengan pengalaman panjang di bidang hukum, organisasi profesi, akademik, hingga dunia media, Elza Syarief dikenal sebagai salah satu figur advokat perempuan Indonesia yang berpengaruh dan memiliki kiprah luas dalam berbagai bidang.