Eskalasi Politik 59 Nagari Meningkat Jelang Pilwana Serentak 17 Desember 2025 di Pesisir Selatan?

  • Nov 04, 2025
  • Kompasnagari.kim.id
  • Informasi Umum

Oleh : Eddy Djambak

(Penulis adalah redaktur website kompasnagari.kim.id, bermarkas di Komplek Konservasi Penyu Amping Parak)

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat telah menerbitkan jadwal pemilihan wali nagari serentak. Dalam skedul ataupun jadwal juga sudah ditetapkan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak jatuh pada tanggal 17 Desember 2025 mendatang.

Saat ini ada 59 nagari yang belum memiliki wali nagari definitif. Tentu seluruh nagari yang belum punya wali nagari defenitif ingin pada Pilwana 17 Desember 2025 mendatang dapat menyelenggarakan pesta demokrasi di nagari masing - masing. Suksesi kepemimpinan di nagari ini sangat menarik untuk disimak, karena dinamikanya sangat terasa hampir disetiap nagari.

Pantauan penulis, setelah skedul Pilwana terbit sudah mulai terasa eskalasi politik di nagari yang akan menggelar pemilu semakin meningkat. Promosi "bakal calon" wali nagari mulai terasa gencar dilaksanakan. Tim-tim kecil untuk calon wali nagari sudah memperkuat basis pergerakan.

Kita bisa menyaksikan diskusi dikedai-kedai kopi dan tempat umum mulai terasa hangat dan "menggigit. Sudah mulai muncul tokoh-tokoh di nagari bakal mendaftar menjadi Bakal Calon Wali Nagari. Adu argumenpun tidak bisa dielakkan, namun tetap menjaga rasa bernagari.

Karena Pilwana sudah sering ditunda, maka masyarakat saat ini terlihat antusias mengikuti Pilwana, termasuk calon. Meningkatnya antusiasme calon juga tidak terlepas dari tingginya dana desa yang diterima nagari. Dana desa yang terbilang tinggi menjadi "pelecut" bermunculannya calon wali nagari.

Nama-nama calon yang mencuat kepermukaan sudah sangat beragam baik dari kalangan millenial maupun dari kalangan tua. Begitu juga latar belakang pendidikan juga sudah sangat beragam. Mereka sudah memiliki visi dan misi untuk ditawarkan kepada masyarakat. Seluruh nama yang mencuat memiliki pelauang dan kesempatan yang sama ikut serta dalam kontestasi nagari ini.

Waktu pelaksanaan Pilwana sebetulnya sudah dekat, tinggal menghung hari saja, kita tentu berharap agar Pilwana berlangsung suasana kondusif dapat terjaga.  Elemen masyarakat di nagari yang akan menyelenggarakan pemilu untuk menjaga stabilitas politik di nagari.

Akibat animo warga untuk maju pada pemilihan wali nagari besar dan berdampak pada eskalasi politik mulai naik. Antusiasme ini perlu dijaga namun tetap dengan suasana yang "adem" . Proses demokrasi di nagari diharpkan berjalan dengan tertib dan aman seperti yang telah disampaikan Pemkab Pessel.

Di nagari-nagari, segera dibentuk panitia pelaksana pemilihan wali nagari, pendataan pemilih hingga sampai pada puncaknya yakni Pilwana. Selamat "berpilwana"!