FPRB Desa Wisata Amping Parak Ikuti Rakor IOWave25 Menuju Pengakuan UNESCO
- Sep 05, 2025
- Kompasnagari.kim.id
- Resiliensi
KOMPASNAGARI.KIM.ID-Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Amping Parak Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat ikuti Rapat Koordinasi IOWave25. Rapat Koordinasi IOWave25 diselenggarakan dilaksanakan oleh BMKG dan UNESCO secara daring Kamis (4/9/2025).
Ketua FPRB Amping Parak Haridman menyebutkan, Rakor IOWave25 ini merupakan agenda penting Nagari Amping Parak menuju pengakuan UNESCO sebagai Tsunami Ready Community.
Sebelumnya menurut Haridman, Amping Parak telah menerima sertifikat Tsunami Ready Community tingkat nasional. "Kemudian untuk memperoleh pengakuan UNESCO Desa Wisata Amping Parak mengikuti dan bakal memenuhi sejumlah dokumen," katanya.
Disebutkan Haridman, seluruh FPRB Amping Parak turut bergabung dalam Rakor IOWave25. Dari Rakor itu didapatkan sejumlah informasi diantaranya data kawasan zona merah tsunami di Pantai Barat Pulau Sumatera. "Kemudian Amping Parak dapat jadwal simulasi gempa bumi dan tsunami pada tanggal 5 November 2025. Dan pada saat itu ada penetapan pengakuan UNESCO sebagai Tsunami Ready Community," katanya.
Kegiatan ini Rakor IOWave25 sebelumnya disampaikan dalam Circular Letter UNESCO-IOC No. 3041 Tanggal 23 Mei 2025 (terlampir) tentang Pelaksanaan Latihan Tsunami IOWave25 pada bulan September-November 2025, yang diikuti oleh seluruh negara di Samudera Hindia.
Untuk itu, sejumlah lembaga negara dan masyarakat memberikan dukungan misalnya BMKG, BNPB, seluruh BPBD dan Masyarakat Siaga Tsunami (Tsunami Ready Community) yang berada di pesisir Samudera Hindia untuk dapat berpartisipasi dalam Latihan tersebut.(Syahrul)