Bila Gempa Berpotensi Tsunami, Siswa SMAN 2 Sutera Evakuasi ke Bukit Pantai Camin

  • Apr 26, 2025
  • Kompasnagari.kim.id
  • Resiliensi

KOMPASNAGARI.KIM.ID-Sabtu (26/4/2025) sekira Pukul 09.55 WIB suasana dalam keadaan normal, proses belajar-mengajar berlangsung seperti hari biasanya di SMAN 2 Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Tepat pukul 10.00 WIB sirine tanda gempa besar mengguncang sekolah tersebut.

Pada saat gempa besar mengguncang, seluruh siswa dan majelis guru di sekolah itu segera melakukan 3B yang merupakan singkatan berlutut, berlindung dan bertahan. Selesai gempa mengguncang, siswa segera menuju tempat berkumpul yang ada di bagian tengah pekarangan sekolah.

Beberapa saat setelah seluruh siswa/i dan para guru berada di titik kumpul maka terdengar imbauan bahwa berdasarkan peringatan dini BMKG yang diteruskan ke BPBD Pessel gempa memiliki kekuatan 8,9 SR berpotensi tsunami dan kepada seluruh warga sekolah diminta segera melakukan evakuasi menuju Tempat Evakuasi Akhir (TEA) yang berjarak sekitar 1,8 km dari sekolah tersebut.

Itulah rangkaian simulasi gempa bumi dan tsunami yang diselenggarakan SMAN 2 Sutera dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) tahun 2025.

Kepala SMA 2 Sutera Marnaini kepada KOMPASNAGARI.KIM.ID menyebutkan, SMAN 2 Sutera pada HKB tahun 2025 ikut berperan aktif dalam memperingati kegiatan tahun tersebut guna meningkatkan kesiagaan segenap warga sekolah.

“Semua orang di lingkungan sekolah terlibat aktif dalam kegiatan HKBN sambil menyelenggarakan simulasi gempa bumi dan tsunami, tidak terkecuali para guru dan karyawan. Setidaknya setiap warga sekolah memahami SOP penyelamatan dan tempat evakuasi terdekat sekiranya terjadi bencana gempa dan tsunami,” ujarnya.

Pihak sekolah pada kegiatan HKB tahun 2025 menggandeng Forum Pengurangan Risiko Bencana Amping Parak (FPRB) untuk mempersiapkan kegiatan simulasi gempa bumi dan tsunami.

Ketua Forum PRB Nagari Amping Parak Haridman menyebutkan, pada HKBN 2025 di SMAN 2 Sutera, mengutus enam personel dengan berbagai keterampilan mitigasi bencana diantaranya Nofrizon Wendra, Herna, Defsapriadi, Yomi dan Azimal. (Arifno Marza)