H. Is Anwar, Datuk Rajo Perak Putra Tarusan, Wartawan, Pengusaha, dan Tokoh Perantau Minang

  • Mar 16, 2026
  • Kompasnagari.kim.id
  • Artikel

Oleh : Pasisia Bana
H. Is Anwar salah seorang tokoh terkemuka Pesisir Selatan yang dikenang karena kepeduliannya pada daerah. Atas dedikasinya Bupati H Darizal Basir atas nama pemerintah memberi gelar Putra Utama Pesisir Selatan.

H. Is Anwar Datuk Rajo Perak lahir di Tarusan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, 10 Juli 1944, pada masa pendudukan Jepang. Putra pasangan Anwar Sutan Kayo dan Nurlis ini tumbuh dalam kultur Minangkabau yang menjunjung tinggi pendidikan, kerja keras, dan semangat merantau. Nilai-nilai itu kelak membentuk perjalanan panjangnya sebagai wartawan, pengusaha media, hingga politisi nasional.

Kariernya bermula dari dunia jurnalistik di lingkungan Polri. Dari ruang-ruang redaksi itulah ia menempa diri, membangun jejaring, dan membaca arah perkembangan media massa nasional. Bersama sejumlah kolega, ia turut mendirikan Harian Pos Kota, surat kabar populer yang dikenal luas di Jakarta dan sekitarnya, serta majalah wanita Sarinah. Di tangan Is Anwar, media tidak sekadar menjadi ruang informasi, tetapi juga lahan pengabdian dan kemandirian ekonomi.

Di luar bisnis media, ia mengembangkan usaha properti. Beberapa proyek yang dikenal publik antara lain Resort Datuk di Kabupaten Sukabumi serta gedung perkantoran Is Plaza di Jakarta. Ia menjabat Presiden Komisaris Is Anwar Plaza Group, sekaligus aktif di berbagai yayasan pendidikan, di antaranya Yayasan Pendidikan Al Azhar Plus Bogor dan Sekolah Tinggi Agama Islam Balai Selasa, Sumatera Barat. Baginya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk kemajuan generasi.

Di ranah politik, Is Anwar tercatat sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia periode 1997–2002 dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2004–2009 dari Partai Bintang Reformasi. Kiprahnya mencerminkan peralihan seorang praktisi media ke panggung legislasi, dengan membawa pengalaman komunikasi publik dan jaringan sosial yang luas.

Sebagai tokoh perantau Minangkabau di ibu kota, ia juga memimpin organisasi kemasyarakatan, termasuk sebagai Ketua Umum Masyarakat Minangkabau (BK3AM) Jakarta. Perannya di organisasi profesi dan sosial menunjukkan konsistensinya merawat identitas dan solidaritas kedaerahan di tengah dinamika metropolitan.

Is Anwar menempuh pendidikan hukum di Universitas Mahaputra Jakarta hingga tingkat tiga, dan meraih gelar sarjana dari STIH IBLAM pada 2006. Ia menikah dengan Ifnah Fauziah dan dikaruniai dua anak.

Is Anwar wafat pada Selasa, 31 Desember 2019 pukul 21.30 WIB di RS Abdul Rozak (dahulu RS M. Thamrin), Salemba, Jakarta Pusat. Kepergiannya menutup perjalanan seorang tokoh yang meniti karier dari ruang redaksi hingga gedung parlemen—mewariskan jejak sebagai wartawan tangguh, pengusaha ulet, dan figur perantau Minang yang teguh menjaga akar budayanya.