Harga Pinang Membaik

  • Jun 06, 2025
  • Kompasnagari.kim.id
  • Informasi Umum

KOMPASNAGARI.KIM.ID-Harga komoditi pinang di Pesisir Selatan (Pessel)  mencapai Rp11.500 perkilogramnya. Kenaikan harga yang dipicu meningkatnya permintaan luar negeri tersebut telah berlangsung sepekan terakhir.Petani menyambut gembira kenaikan komoditi yang selama ini banyak ditinggalkan petani.

Marlis (74) pedagang hasil bumi di Pasar Kambang menyebutkan, geliat harga pinang sudah terjadi sepekan belakangan. Dari harga Rp7500 awalnya melompat menjadi Rp11.500 perkilogramnya. Tidak ada tanda tanda akan terjadi kenaikan seperti sekarang.

Sementara itu, para petani pinang di Pessel tampak gembira menikmati kenaikan harga pinang ditingkat pedagang pengumpul. "Ini merupakan harga sangat menguntungkan untuk komoditi pinang. Mudahudahan kenaikan seperti pada tahun 1999 dimasa pemerintahan Habibi terulang lagi," ujar Rusdi (30), petani pinang di Kampung Tebing Tinggi Kambang, Kecamatan Lengayang.

Di tahun 1999 menurutnya, harga tertinggi pernah ia peroleh terhadap pinangnya sebesar Rp 11 ribu. "Mudah mudahan harga ini bertahan," kata Irul lagi.

Sementara Idos (30) yang berprofesi sebagi touke pinang di Kambang mengatakan, ia memang berani mengambil seharga Rp11.000 per kilogram pinang. Harga tersebut merupakan harga terendah untuk kualitas pinang nomor dua dengan kadar air paling banyak 7 persen.

"Sementara jika kadar air dibawah 5 persen ia akan membeli dari petani seharga Rp11.500. Jadi harga pinang memang bervariasi, tergantung kualitas pinang dimaksud," kata Idos.

Dari pembelian tersebut, ia bisa mengambil keuntungan beberapa persen setiap kilogramnya. Sementar terkait dengan penyebab kenaikan harga pinang tersebut, Idos menyebutkan, saat ini permintaan komoditi pinang sangat tinggi, sementara produksi pinang dari petani sangat sedikit. Kemudian menurutnya penyebab kedua adalah, tidak terjadi lagi monopoli pembelian komoditi pinang di Padang.

"Jadi yang menguasai pasar pinang di Padang tidak lagi orang India, akan tetapi sudah banyak pemain lokal, dengan demikian harga pinang dengan sendirinya naik," ungkap Idos menjelaskan soal kenaikan harga.

Sementara itu, warga di mudik Surantih, Sutera yang selama ini hanya merawat gambir saja kembali serius merawat pinang. Selama ini buah pinang dibiarkan saja jatuh ketanah tanpa dipungut karena harganya murah.

"Harga pinang kini sedang di atas, untuk sementara saya tinggalkan dulu kebun gambir. Saya tidak menyangka harga pinang bisa melejit seperti sekarang," ujar Ujang saat hendak menuju ladangnya di Surantih. (har)