KAN Amping Parak Dukung Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan

  • Apr 10, 2025
  • Kompasnagari.kim.id
  • Informasi Umum, Desa Wisata

KOMPASNAGARI.KIM.ID -Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Amping Parak Mustafa Kamal menyebutkan, dukung penuh pengembangan Desa Wisata Amping Parak. Hal itu disampaikannya di Kantor Wali Nagari Amping Parak Rabu 9 April 2025.

 Mustafa Kamal menyebutkan, pariwisata saat ini menjadi salah satu penggenjot ekonomi masarakat di Amping Parak. Mustafa bahkan terlibat langsung dalam penyusunan berbagai regulasi di nagari. “Misalnya di nagari kami sudah ada peraturan tentang ekowisata, tentang desa wisata hingga regulasi PRB,” ungkapnya.

Mustafa menegaskan kembali, KAN memberikan dukungan penuh dalam upaya pembangunan pariwisata di nagari. “Sepanjang kegiatan yang dilakukan warga Amping Parak bernilai positif maka kami sebagai ninik mamak akan memberikan dukungan baik moril bahkan materil,” kata Mustafa Kamal.

Semenjak Program Pengembangan Desa Wisata mulai dicanangkan pemerintah Republik Indonesia mulai dari Tahun 2022 akhirnya berkat kegigihan pemangku kepentingan nagari dan pengelola desa wisata akhirnya Amping Parak menjadi Desa Wisata pertama menghasilkan Pendapatan Aseli Nagari di Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Pengelolaan desa wisata mulai memberikan dampak pada Pendapatan Asli Nagari (PAN) di Amping Parak setelah melewati berbagai proses pengembangan desa wisata. Pendapatan nagari tersebut berasal dari bagi hasil tiket masuk Ekowisata Penyu yang merupakan salah satu destinasi di Desa Wisata Amping Parak.

Wali Nagari Amping Parak Iwal Menyebutkan, lembaga yang bertanggung jawab dalam pengelolaan Ekowisata Penyu adalah Pokdarwis / Pokmaswas LPPL. “Jadi pendapatan nagari merupakan bagi hasil penjualan karcis masuk Kawasan Ekowisata Penyu Amping Parak. Ini merupakan langkah awal bagaimana kerjasama antar lembaga di nagari bisa memberikan dampak pada pendapatan nagari lewat pariwisata,” katanya.

Selanjutnya Ketua Pokdarwis LPPL Amping Parak Haridman menyebutkan, Desa Wisata Amping Parak akan terus berproses dalam hal pengembangan desa wisata. Maka ke depan berbagai peluang sumber pendapatan nagari akan terbuka, misalnya penyewaan peralatan observasi, penewaan tempat dan lain-lain.(Arifno Marza)