Kolonel CKM TNI Ardijon, Tentara Yang Rendah Hati, Peduli Orang Kampung

  • Apr 17, 2026
  • Kompasnagari.kim.id
  • Artikel

Penulis : Pasisia Bana
Kolonel CKM TNI Ardijon merupakan perwira menengah TNI Angkatan Darat yang dikenal luas sebagai sosok sederhana dan bersahaja. Putra asli Lengayang, Pessel, Sumbar, itu lahir pada 28 Agustus 1967 dan saat ini bertugas di Mabes TNI AD, Jakarta. Di balik kedisiplinan militer yang melekat, Ardijon dikenal memiliki kepedulian sosial yang kuat, terutama terhadap warga Lengayang di perantauan.

Selain menjalankan tugas kedinasan, Ardijon aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kemasyarakatan. Ia pernah mengemban amanah sebagai Ketua Umum Ikatan Warga Lengayang (Ikwal) DKI Jakarta dan sekitarnya periode 2020–2024. Dalam masa kepemimpinannya, organisasi paguyuban tersebut menunjukkan geliat yang signifikan dan terasa hidup di tengah anggotanya.

Sebagai ketua Ikwal, Ardijon dikenal tidak sekadar hadir secara struktural. Ia terjun langsung menyapa warga Lengayang di Jabodetabek, mulai dari mereka yang beraktivitas di pasar, lapangan, hingga komunitas-komunitas kecil di lingkungan tempat tinggal. Kehadirannya yang konsisten membuat warga merasa dekat dan diperhatikan, tanpa sekat jabatan maupun pangkat.

Kepedulian sosial Ardijon tampak nyata ketika ada anggota Ikwal yang sakit atau menghadapi persoalan. Seberapapun sibuknya tugas kedinasan di Mabes TNI AD, ia berupaya turun tangan langsung membantu, baik secara moril maupun koordinasi. Sikap ini membuatnya dihormati dan dicintai oleh warga Lengayang di perantauan.

Meski berstatus sebagai perwira menengah TNI, Ardijon tetap tampil sederhana dan rendah hati. Ia dikenal sebagai pribadi low profile, tidak menjaga jarak dengan masyarakat, serta mudah diajak berdiskusi. Kesahajaan itulah yang membuat kepemimpinannya diterima dengan baik dan meninggalkan kesan mendalam.

Di bawah kepemimpinannya, Ikwal tidak hanya aktif dalam agenda-agenda rantau, tetapi juga memberi perhatian terhadap kampung halaman. Berbagai kegiatan sosial dan kepedulian terhadap warga di Lengayang turut menjadi bagian dari fokus organisasi, sehingga ikatan emosional antara perantau dan kampung tetap terjaga.

Sebagai ayah dari tiga orang putra, Ardijon memaknai pengabdian bukan hanya dalam konteks tugas negara, tetapi juga tanggung jawab sosial dan kekerabatan. Nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian menjadi prinsip yang ia pegang, baik dalam keluarga, kedinasan, maupun organisasi.

Figur Kolonel CKM TNI Ardijon menjadi contoh bahwa peran prajurit tidak berhenti di barak dan kantor. Melalui kepemimpinan yang humanis dan kepedulian yang nyata, ia menunjukkan bahwa keberadaan seorang perwira dapat memberi arti lebih luas bagi masyarakat, khususnya bagi warga Lengayang di perantauan.