Mahasiswa KKN Unand Padang Latih Warga Ampiang Parak Membuat Briket

  • Feb 05, 2026
  • Kompasnagari.kim.id
  • Informasi Umum

KOMPASNAGARI.KIM.ID– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas Padang berikan edukasi pembuatan briket limbah tempurung kelapa kepada warga di Nagari Ampiang Parak Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan Selasa (3/2/2026).

Mahasiswa KKN mengedukasi masyarakat tentang cara mengolah tempurung kelapa menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai jual. Penyuluhan yang dilaksanakan di salah satu fasilitas umum kampung Pada ng Lawe ini diikuti oleh masyarakat setempat, khususnya ibu-ibu rumah tangga.

Adam salah satu mahasiswa Menyebutkan, kegiatan berlangsung dengan baik, ditandai dengan keaktifan peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab seputar proses pembuatan briket serta peluang pemasarannya.

Dalam penyuluhan ini menurut Adam, mahasiswa KKN menjelaskan tahapan pembuatan briket secara sederhana, mulai dari pengumpulan tempurung kelapa, proses pembakaran menjadi arang, penghalusan, pencampuran bahan perekat, hingga pencetakan dan pengeringan briket. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai keunggulan briket tempurung kelapa sebagai bahan bakar alternatif yang lebih tahan lama, ekonomis, dan minim asap. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga masyarakat dapat langsung menerapkan penerapannya di rumah.

Menurut Adam, program ini dirancang sebagai upaya edukasi sekaligus pemberdayaan masyarakat. Nagari Ampiang Parak memiliki potensi kelapa yang melimpah. Melalui penyuluhan ini, penuh harapan untuk selanjutnya limbah tempurung kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual.

“Tak hanya membahas teknis pembuatannya, mahasiswa KKN juga menyoroti sebagai produk unggulan lokal yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha mikro kecil menengah (UMKM) dari briket tempurung kelapa yang kini semakin diminati sebagai alternatif bahan bakar. Briket dinilai lebih hemat, tahan lama, serta memiliki asap yang lebih minimal dibandingkan bahan bakar konvensional,” katanya.

Program ini pun mendapat sambutan positif dari pemerintah nagari dan masyarakat. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan, bahkan diarahkan menjadi program berkelanjutan yang mampu membuka peluang usaha baru bagi warga sekitar.

Melalui penyuluhan pembuatan briket ini, mahasiswa KKN berharap dapat meninggalkan dampak nyata di tengah masyarakat, tidak hanya dalam bentuk pengetahuan, tetapi juga sebagai langkah awal menuju kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal di Nagari Ampiang Parak.(KIM Amping Parak)