Marzan, S.H., M.M Dari Sopir Dinas Jadi Kepala Dinas
- Mar 16, 2026
- Kompasnagari.kim.id
- Artikel
Ditulis Oleh : Pasisia Bana
Hari ini Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni melantik 14 orang pejabat pimpinan tinggi pratama (PTP). Seorang dari yang dilantik dan disumpah adalah Putra Lumpo, Marzan.
Tak semua perjalanan pengabdian dimulai dari ruang kerja berpendingin. Sebagian justru berawal dari balik setir, dari kerja sunyi yang jarang disorot. Di sanalah Marzan, SH, M.M memulai kisahnya.
Pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, baru-baru ini, menyimpan sebuah cerita yang layak dicatat. Marzan dilantik sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pesisir Selatan. Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya pergantian jabatan biasa. Namun bagi Nagari Lumpo, dan bagi mereka yang percaya pada nilai ketekunan, ini adalah tonggak sejarah.
Marzan tercatat sebagai putra Lumpo pertama yang berhasil menembus jabatan eselon II di lingkungan Pemkab Pesisir Selatan.
Perjalanan itu panjang. Dimulai pada 1997, ketika Marzan masih berstatus sebagai sopir dinas di Bapedalitbang. Ia masuk birokrasi dari lapisan terbawah, golongan I, posisi yang sering kali luput dari perhatian. Namun justru dari sanalah ia belajar tentang ritme kerja pemerintahan, tentang disiplin, kesabaran, dan loyalitas.
Sambil bekerja, Marzan menata masa depannya. Pada 2002, ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Painan. Pendidikan menjadi tangga yang ia pijak perlahan, tanpa melompat, tanpa tergesa. Kariernya pun bergerak seiring waktu—pelan, tapi pasti.
Tahun demi tahun berlalu. Setelah menyelesaikan magister manajemen di AKBP Padang, Kepangkatannya terus meningkat hingga kini mencapai golongan IV/a. Jabatan datang sebagai konsekuensi dari konsistensi. Beberapa waktu lalu, ia dipercaya menjabat Sekretaris Dinas Perhubungan. Tak berhenti di sana, Marzan mengikuti seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama—sebuah proses yang menuntut kapasitas, rekam jejak, dan integritas.
Kepercayaan akhirnya diberikan. Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, melantik Marzan sebagai Kepala Badan Kesbangpol.
Di usia 56 tahun, Marzan berdiri di puncak karier birokrasi yang ia bangun selama hampir tiga dekade. Dari seorang sopir dinas hingga kepala badan—sebuah lintasan hidup yang menegaskan satu hal: dalam birokrasi, jalan panjang masih mungkin ditempuh oleh mereka yang tekun, mau belajar, dan tak berhenti bekerja dalam diam.
Kisah Marzan bukan sekadar cerita tentang jabatan. Ia adalah pengingat bahwa asal-usul bukan batas, dan bahwa kerja keras yang jujur, meski sunyi, pada akhirnya akan menemukan pengakuannya sendiri.
Bagi generasi muda di Lumpo dan Pesisir Selatan, perjalanan Marzan adalah pesan sederhana namun kuat: tidak ada kerja yang sia-sia, selama dijalani dengan kesungguhan dan harapan.
Berikut pejabat eselon 2 yang dilantik;
1. Eva Fauza Yuliasman, jabatan sebelumnya Sahli Ekabangkeu, menjadi Inspektur;
2. N Riswandi, Jabatan sebelumnya Kabag AP menjadi Asisten Adum;
3. Subchandri, Jabatan sebelumnya, Sekretaris PUPR jadi Kepala Badan Perencanaan dan Inovasi Daerah;
4. Armen, Jabatan sebelumnya Fumgsional Setda, menjadi Kalaksa BPBD;
5. Marzan, Jabatan sebelumnya, Sekretaris Dishub, menjadi Kaban Kesbangpol;
6. Jaferi jabatan sebelumnya PNS PU Sumbar menjadi Kadis PUPR;
7. Roli Buchari, jabatan sebelumnya Kabid Disparpora, menjadi Kadis Perkimtan LH;
8. Ronald Bernando, Jabatan sebelumnya Ka. Samsat menjadi Kadispar dan kebudayaan;
9. Maralamsyah, jabatan sebelumnya Sekdis Parpora menjadi Kadis DPMD;
10. Andi Syafinal, jabatan sebelumnya, Kabag Kesra menjadi Kadis Perikanan dan Pangan.
11. Ahmad Hidayat, Jabatan sebelumnya fungsional menjadi Kadis Perizinan dan Pelayanan Satu Pintu;
12. Adril, jabatan sebelumnya Fungsional guru menjadi Kadis Perpustakaan dan Kearsipan.
13. Hellen Hasmaita Sari, jabatan lama Inspektur menjadi Sahli Ekobang dan keuangan.