Masdar Saisa, Perwira TNI yang Pernah Pimpin Pesisir Selatan dan Tanah Datar

  • Mar 13, 2026
  • Kompasnagari.kim.id
  • Artikel

Oleh : Pasisia Bana
Waktu itu, belum ada Pilkada, Bupati ditunjuk Jakarta. Umumnya yang ditugaskan tentara yang dikaryakan. Sehingga Letkol Masdar Saisa menjadi Bupati Pesisir Selatan.

Nama Masdar Saisa dikenal sebagai salah satu tokoh militer yang pernah memimpin dua daerah di Sumatera Barat. Perwira TNI Angkatan Darat berpangkat Letnan Kolonel (Purn) itu pernah menjabat sebagai Bupati Pesisir Selatan dan Bupati Tanah Datar pada dekade 1990-an.

Masdar Saisa lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat, 7 Agustus 1943. Ia meniti karier militer setelah menamatkan pendidikan di Akademi Militer Nasional pada tahun 1968 dan kemudian mengabdi di lingkungan TNI Angkatan Darat, khususnya pada satuan infanteri.

Karier pemerintahan Masdar Saisa dimulai ketika ia dipercaya memimpin Kabupaten Pesisir Selatan. Ia menjabat sebagai Bupati Pesisir Selatan pada periode 1990 hingga 1995, pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Selama memimpin Pesisir Selatan, Masdar Saisa dikenal sebagai figur yang berasal dari latar belakang militer dengan gaya kepemimpinan yang tegas. Pada masa pemerintahannya, berbagai program pembangunan daerah mulai digerakkan untuk memperkuat infrastruktur dan pelayanan pemerintahan.

Setelah menyelesaikan masa tugasnya di Pesisir Selatan, Masdar Saisa kembali mendapat kepercayaan memimpin daerah lain di Sumatera Barat. Ia kemudian menjabat sebagai Bupati Tanah Datar pada periode 1995 hingga 2000.

Jabatan tersebut dijalani pada masa transisi nasional, mulai dari akhir pemerintahan Presiden Soeharto hingga masa Presiden B.J. Habibie dan Abdurrahman Wahid. Dalam periode tersebut, dinamika pemerintahan daerah ikut mengalami perubahan seiring dengan proses reformasi di Indonesia.

Dengan pengalaman memimpin dua kabupaten di Sumatera Barat, Masdar Saisa menjadi salah satu figur birokrasi daerah yang memiliki perjalanan karier cukup panjang dalam pemerintahan daerah.

Masdar Saisa wafat di Jakarta pada 30 Agustus 2009 dalam usia 66 tahun. Meski telah tiada, namanya tetap tercatat sebagai salah satu tokoh yang pernah memimpin Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Tanah Datar.