Mengenal Hiu Belimbing yang Terdampar di Pantai Penyu Amping Parak
- Jun 28, 2025
- Kompasnagari.kim.id
- Informasi Umum, Flora & Fauna
Keterangan Foto : Hiu belimbing yang terdampar di Amping Parak
Baru - baru ini hiu belimbing (Stegostoma tigrinum) terdampar di Pantai Penyu Amping Parak Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. Berikut ukasan tentang hiu belimbing tersebut.
Menurut Kepala BPSPL Padang Hendrisman, hiu belimbing masuk ke dalam daftar merah IUCN dengan status terancam punah. Satwa ini dapat ditemukan pada hampir seluruh perairan dangkal berpasir di Indonesia, dari Aceh hingga Papua.
Menurutnya, saat ini terdapat 28 (dari total 118) kawasan konservasi dengan luas 5,75 juta hektare yang menjadikan hiu dan pari sebagai jenis ikan target konservasi.
“(Pemerintah) telah menargetkan 20 jenis ikan prioritas pada periode 2020-2024 untuk dilakukan upaya perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan berkelanjutan,” katanya.
Hendrisman mengatakan, KKP berkolaborasi dengan akademisi, lembaga penelitian, dan organisasi lingkungan untuk membahas status perlindungan hiu belimbing di perairan Indonesia. Menurutnya, pemerintah berharap ada masukan, tanggapan, serta rumusan penting bagi upaya konservasi hiu dan pari di Indonesia.
“Hasil penelitian kritis hiu dan pari dapat direkomendasikan sebagai wilayah-wilayah target perluasan kawasan konservasi laut yang menjadi salah satu agenda prioritas untuk ekonomi biru,” ujarnya.
Menurutnya, situasi konservasi hiu dan pari saat ini rentan. Karena itu pengelolaan yang adaptif dan berbasis ilmu pengetahuan dibutuhkan, dan ini hanya dapat diwujudkan melalui penyebaran data dan informasi terkini.
“Penilaian IUCN baru-baru ini menyoroti tren hilangnya keanekaragaman hayati laut yang mengkhawatirkan, khususnya di kelas Chondrichthyes, yang mencakup hiu, pari, dan chimaera, yang umumnya dikenal sebagai elasmobranch,” katanya.
Meningkatnya jumlah spesies rentan, dari 24% pada tahun 2014 menjadi 32,6% pada tahun 2021 yang mengancam kepunahan, sangatlah memprihatinkan. Penangkapan ikan yang berlebihan merupakan risiko besar yang berdampak pada semua spesies yang terancam punah dan menimbulkan bahaya terbesar bagi lebih dari dua pertiga spesies yang ada saat ini.
Selain itu, hilangnya habitat, perubahan iklim, dan polusi memperburuk situasi konservasi elasmobranch. Fitri mengatakan, langkah-langkah mendesak seperti pembatasan penangkapan ikan, mitigasi angka kematian, dan menjaga habitat kritis sangat penting untuk mencegah kepunahan lebih lanjut dan menjamin keberlanjutan ekosistem laut.
Menurutnyai saat ini pemerintah tengah menyusun pedoman nasional pengembangan kawasan konservasi perairan berdasarkan spesies fokal bersama KKP dan Badan Riset dan Inovasi Nasional. Pedoman ini juga mencakup kelompok elasmobranch.
Payung hukum untuk hiu belimbing
Focal Species Conservation Senior Manager Konservasi Indonesia, Iqbal Herwata mengatakan, perlindungan hiu belimbing telah dibahas sejumlah pakar dari berbagai instansi dan organisasi penelitian dan akademisi.
Salah satu simpulannya adalah bahwa populasi hiu belimbing di Indonesia saat ini terancam punah. Perikanan tangkap yang berlebihan dan kerusakan habitat menjadi ancaman dan penyebab utama.
Selain itu peneliti juga menemukan bahwa kajian ilmiah terkait sebaran dan populasi masih minim. Data tangkapan yang kurang akurat dan ketiadaan payung hukum juga turut disoroti.
“Sehingga perlu meningkatkan kesadaran masyarakat nelayan dan pelaku usaha terkait hal ini,” kata Iqbal.
“Kami juga menemukan dugaan terjadinya kepunahan lokal di beberapa lokasi seperti Bali, Kepulauan Anambas, Teluk Triton, dan Teluk Cendrawasih,” kata Iqbal.
Iqbal mengatakan, rumusan ini nantinya akan disampaikan kepada pemerintah. Beberapa tindak lanjut juga diperlukan, di antaranya mengajukan usulan inisiatif untuk penetapan status perlindungan hiu belimbing di Indonesia. Sementara itu, ke depannya masih diperlukan kajian bio-ekologi, sosial, dan ekonomi, serta budaya hiu belimbing yang lebih komprehensif untuk memastikan upaya perlindungan habitat dan populasinya dijalankan lebih efektif.(KIM Amping Parak)