Mengenal Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan

  • Mar 27, 2025
  • Kompasnagari.kim.id
  • Informasi Umum, Desa Wisata

Bayang  merupakan salah satu kecamatan yang terletak di  Kabupaten Pesisir Selatan , Provinsi  Sumatera BaratIndonesiaKecamatan ini terletak sekitar 75 km dari kota  Padang  arah ke selatan, yaitu sesudah kecamatan  Koto XI Tarusan  dari arah kota Padang menuju kota  Painan .

Wilayah Administrasi

Utara Kecamatan  Koto XI Tarusan
Selatan Kecamatan  IV Jurai
Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai  dan  Samudera Indonesia
Timur Kabupaten Solok Selatan

 

Asal Usul Penduduk

Berdasarkan  Tambo  Adat Nagari Bayang Nan Tujuh, nenek moyang orang Bayang berasal dari 3 nagari di  Kubuang Tigo Baleh  atau  Solok  sekarang yaitu: Kinari, Muaro Paneh dan Koto Anau. Mereka datang setelah nenek moyang orang  Koto XI Tarusan  dari nagari  Guguk , Solok menempati lembah di sekitar Sungai Batang Tarusan. Peristiwa hijrah ini terjadi sekitar pertengahan abad 16.

Sejarah

Di era Hindia Belanda (hingga pertengahan abad 20), distrik Bayang terdiri dari dua nagari saja yaitu Bayang Nan Tujuh dan Koto Nan Salapan. Koto Nan Salapan sekarang menjadi kecamatan sendiri yaitu kecamatan IV Nagari Bayang Utara. Sementara Bayang Nan Tujuh menjadi kecamatan Bayang, dimekarkan menjadi beberapa nagari.

Masyarakat Bayang pernah terlibat dalam perang melawan Pemerintah Hindia Belanda selama kurang lebih satu abad yaitu dimulai pada tahun 1663 sampai 1771.

Pada tahun 1915, pemuka adat nagari Bayang Nan Tujuh dan Koto Nan Salapan (sebelum menjadi kecamatan Bayang) mengadakan rapat di Koto Berapak dan Pulut-pulut menguraikan tambo (sejarah dan adat) Nagari Bayang yang menyatakan bahwa nenek moyang masyarakat Bayang dan cabang-cabangnya (Lumpo dan Salido) berasal dari tiga nagari di Kubuang Tigo Baleh (Solok sekarang) yaitu Muaro Paneh, Kinari dan Koto Anau. Mereka bermigrasi setelah kedatangan nenek moyang masyarakat XI Koto Tarusan di sebelah utara, di balik bukit Bayang.

Nama nagari Bayang diilhami dari peristiwa migrasinya orang Muaro Paneh ke lembah Bayang. Ketika para leluhur tersebut melihat dari sebuah bukit yang dikenal dengan nama Bukit Karang Caliak ke lembah Bayang, maka tampaklah di kejauhan seperti  padi  yang sedang menguning yang ternyata itu yang dilihat adalah rumput  ilalang  yang sudah hangus oleh  kemarau . Maka dari kata "tabayang" (terbayang) padi menguning itulah diambil nama Nagari Bayang.

Jadi kuat dugaan, bahwa migrasi besar-besaran itu terjadi pada musim kemarau panjang jauh sebelum abad 20 (tepatnya pada tahun 1915 ketika Tambo Adat Bayang Nan Tujuh dirumuskan dan dituliskan).

Di kecamatan Bayang telah terjadi pemekaran nagari menjadi 17 (tujuh belas nagari) khususnya di Nagari Talaok, sekarang telah dimekarkan menjadi 3 nagari yaitu Nagari Kapeh Panji Jaya Talaok, Nagari Aur Begalung Talaok, dan Nagari Talaok. Nagari Talaok sebagai nagari induk, nagari Kapeh Panji Jaya Talaok adalah nagari penghubung beberapa  Kampung  yaitu Kampung Jambak dengan Kampung Ganting, Kampung Jambak dengan Kambung Apa Jaya dan Kampung Jambak dengan Kampung Lubuk Pasing. Kampung Lubuk Pasing inilah tempat berdirinya Kampus Termegah Pesisir Selatan yang didirikan oleh aktivis Bayang yaitu Buya  Afdil Salim ,M.Sc.(Alm)yang memiliki gedung 4 tingkat dan lapangan parkir yang sangat luas, dan kampus tersebut diberinama STAI MA BAYANG atau  Sekolah Tinggi Agama Islam Madrasah Arabiah Bayang , guna untuk mendidik anak-anak kabupaten Pesisir Selatan khususnya Bayang menjadi khader mubaligh yang beriman kepada  Allah  SWT.

Tokoh

Dari kecamatan Bayang dikenal tokoh-tokoh antara lain Haji  Ilyas Ya'kub  ( Pahlawan Nasional ), Tuanku Bayang (Syeikh Buyung Muda) (seorang ulama, ahli ilmu bahasa dan Sintaksis, murid  Syekh Abdurrauf Singkil ), Syekh Bayang atau  Syeikh Muhammad Dalil bin Muhammd Fatawi  (1863-1928) (ayah dari Syeikh Buyung Muda, tokoh asal kelahiran Pancuang Taba, Bayang, dan dimakamkan di  Padang , dekat mihrab  Masjid Raya Ganting ).

Ekonomi dan Budaya

Sebagian besar masyarakat memiliki sumber mata pencaharian dari bertani, berladang dan sebagai nelayan. Budaya masyarakat di kecamatan ini tidak jauh berbeda dengan budaya masyarakat di wilayah Minang lainnya.

Pendidikan

Di Bayang terdapat sebuah Institut Agama Islam swasta yang juga sekaligus Madrasah Arabiyah yang dikenal dengan nama  Sekolah Tinggi Agama Islam Madrasah Arabiah

Tempat Wisata

Daerah ini memiliki potensi wisata bahari, dengan pantai yang indah. Selain itu tempat wisata yang paling terkenal lainnya adalah air terjun (sarasah) Bayang Sani yang dulu dikenal dengan nama 'walakum', konon kabarnya nama walakum itu dari bahasa Inggris selamat datang (selamat datang) yang dibuat Belanda di pintu masuk Bayang Sani tersebut, namun kata selamat datang oleh penduduk setempat di-eja-nya dengan kata walakum, mungkin erosi seperti itu biar mudah diucapkan saja, belakangan ini nama walakum sudah hilang.

Kemudian Jembatan Akar. Jembatan akar ini berada di Pulut-Pulut,yang sekarang secara administratif berada di wilayah Kecamatan Bayang Utara, jembatan yang terbuat dari akar pohon beringin yang melintasi Sungai Batang Bayang yang lebarnya sekitar +- 10 M, di perkirakan jembatan ini di buat pada tahun 1897. Sayang kondisi akar itu sekarang sudah mulai melapuk dimakan usia, juga sedikit kurang perawatan dari Pemda setempat.

Isu Pembangunan

Yang menjasi isu pembangunan di Kecamatan Bayang sampai saat ini adalah pembangunan jalan tembus Bayang (Pasar Baru) - Alahan Panjang ( Solok / Solok Selatan ) yang berhadapan dengan oleh keberadaan hutan lindung.

Pemekaran Nagari

Dari sebelumnya yang berjumlah 4 Nagari,yaitu :

1 Pasar Baru

  Pj Wali Nagari : YUDI ANDRI SY,SH,MM
  Sekretaris Nagari: Ira Titit Madani

2 Talaok

  Wali Nagari : SYAMSURIJAL.SH
  Sekretaris Nagari: Kamaruddin

3 Koto Berapak

  Wali Nagari : NAZPI,SH, Dt. Tan Panghulu
  Sekretaris Nagari : Yenti Noviza,AMd

4 Gurun Panjang

  Wali Nagari : ANDI REFLINDO
  Sekretaris Nagari : Dedi Toria SIP

Nagari yang ada di Kecamatan Bayang sekarang sudah dimekarkan lagi menjadi beberapa nagari baru sebagai berikut:

1 Api-Api Pasar Baru,

  Wali Nagari : Aziyul Nafri
  Sekretaris Nagari: Rino Rizal

2 Tanjung Durian Pasar Baru,

  Wali Nagari : Syafrianto,SE
  Sekretaris Nagari: Yasmainar

3 Sawah Laweh Pasar Baru,

  Wali Nagari : Nasri A
  Sekretaris Nagari: Coba Yeni Ramadhani

4 Asam Kamba Pasar Baru

  Wali Nagari : Syafruddin Dt.R.Kaciak,
  Sekretaris Nagari : Yessi Reswita

5 Kapeh Panji Jaya Talaok,

  Wali Nagari : Iswandi,
  Sekretaris Nagari : Huria Keffen

6 Aur Begalung Talaok,

  Wali Nagari : Awaluddin,
  Sekretaris Nagari: Risdawati

7 Kapelgam (Kapencong Lubuk Gambir) Koto Berapak,

  Wali Nagari : Darusman,
  Sekretaris Nagari : Reyza Y Putra

8 Kapujan Koto Berapak,

  Wali Nagari : Bahrun,
  Sekretaris Nagari: Dariasman

9 Koto Baru Koto Berapak,

  Wali Nagari : Dedi Nofrianto,
  Sekretaris Nagari: Dilla Permata Putri

10 Kubang Koto Berapak,

  Wali Nagari : Indra Suherman,
  Sekretaris Nagari: -

11 Gurun Panjang Barat,

  Wali Nagari : Amran Busmanto Dt.R.Lelo,
  Sekretaris Nagari: Japrial

12 Gurun Panjang Utara,

  Wali Nagari : Zainul Arifin
  Sekretaris Nagari : Dasliantoni

13 Gurun Panjang Selatan,

  Wali Nagari : Yusrizal
  Sekretaris Nagari: Hendrizal