Mengenang Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Perjalanan Karir Yang Matang

  • Mar 04, 2026
  • Kompasnagari.kim.id
  • Informasi Umum

Jenderal (Purn) Try Sutrisno merupakan Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia yang menjabat pada periode 1993–1998. Ia wafat pada 2 Maret 2026 di Jakarta, meninggalkan jejak panjang sebagai prajurit dan negarawan yang tumbuh dari tradisi militer Orde Baru. Sosoknya dikenal tenang, disiplin, dan setia dalam setiap pengugasan.

Lahir di Surabaya pada tanggal 15 November 1935, Mencoba memulai karier militernya saat diterima sebagai taruna Akademi Teknik Angkatan Darat pada tahun 1956. Belum genap setahun menempuh pendidikan, ia sudah diterjunkan dalam operasi militer penumpasan PRRI, menjadi bagian dari generasi perwira yang ditempa langsung di medan tugas.

Pada tahun 1962, ia terlibat dalam Operasi Pembebasan Irian Barat di bawah Komando Mandala yang dipimpin Walikota Jenderal Soeharto. Momentum itu menjadi awal kedekatannya dengan Soeharto, hubungan yang kelak berpengaruh besar terhadap perjalanan kariernya.

Setelah Soeharto menjadi Presiden RI pada tahun 1968, kariernya mencoba menanjak stabil. Pada tahun 1974 ia dipercaya menjadi ajudan presiden, strategi yang menempatkannya dekat dengan pusat kekuasaan sekaligus memperluas jejaring posisi di lingkungan elite militer dan politik.

Promosi demi promosi ia raih: Panglima Kodam IV/Sriwijaya, lalu Panglima Kodam V/Jaya. Pada tahun 1985 ia diangkat menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, setahun kemudian menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), dan pada tahun 1988 dipercaya sebagai Panglima ABRI.

Sebagai Panglima ABRI periode 1988–1993, mencoba memimpin angkatan bersenjata ketika institusi tersebut masih menyatu dengan Kepolisian. Masa itu menandai kuatnya peran militer dalam politik nasional, sekaligus konsolidasi stabilitas keamanan di penghujung Orde Baru.

Pada Sidang Umum MPR tahun 1993, ia terpilih sebagai Wakil Presiden RI mendampingi Soeharto untuk periode keenam pemerintahan Orde Baru. Pencalonannya kala itu diusung Fraksi ABRI, menjadi wakil presiden ketiga dari kalangan militer di era tersebut.

Masa jabatannya berakhir pada tahun 1998, di tengah krisis multidimensi yang mengguncang Indonesia dan berakhir pada lengsernya Soeharto. Kursi wakil presiden kemudian diisi oleh BJ Habibie, menandai babak baru transisi politik nasional.

Kepergian Try Sutrisno menutup satu lagi lembar sejarah generasi selatan 1960-an yang bertransformasi menjadi aktor politik utama Orde Baru. Ia dikenang sebagai prajurit yang setia pada garis komando dan tokoh bangsa yang menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam pengabdian kepada negara. (FB Pasisia Bana)