Menilik Jenis Kelamin Tukik Penyu Lekang Berdasarkan Histologi Gonad

  • Mar 21, 2025
  • Kompasnagari.kim.id
  • Flora & Fauna

Pengetahuan mengenai rasio jenis kelamin penyu sangat diperlukan dalam menentukan dinamika populasi. Hal ini diperlukan untuk memprediksi kelangsungan hidup penyu dan perencanaan konservasi yang efektif. Kelangsungan hidup penyu jangka panjang tergantung pada jantan dan betina hasil penetasan telur penyu. Perbedaan jenis kelamin pada tukik sangat sulit dibedakan, pada tukik hanya menunjukkan sedikit atau bahkan tidak menampilkan struktur tubuh yang jelas untuk diidentifikasi jenis kelaminnya.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan jenis kalamin pada tukik penyu lekang berdasarkan karakteristik histologi gonad dan bentuk karapas dengan metode geometri morfometri. Penelitian menggunakan metode geometri morfometri untuk menentukan jenis kelamin, khususnya pada tukik penyu lekang masih belum banyak diteliti. Hai inilah yang mendasari penulis untuk melakukan penelitian mengenai perbedaan jenis kelamin pada tukik penyu lekang berdasakan bentuk karapas. Morfometri geometri merupakan metode yang menggunakan landmark koordinat pada struktur anatomi. Metode ini dapat menganalisis data yang bergeser dari pengukuran skala menjadi koordinat kartesius dari titik anatomis.

Metode morfometri geometri akan menghasilkan kuantifikasi bentuk dan kurang yang lebih akurat dan spesifik. Penelitian dilakukan di Pusat Konservasi Banyuwangi Sea Turtle Foundation yang menjadi mitra. Rancangan penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan menjelaskan bentuk ciri morfologis bagian karapas tukik penyu lekang menggunakan metode geometri morfometri yang dikonfirmasi jenis kelaminnya dengan sediaan histologi gonad. Pada penelitian ini didapat sebanyak 10 tukik penyu lekang yang mengalami kematian dalam kondisi baik ketika pembongkaran sarang semi alami selama periode penetasan bulan Agustus 2020 di pantai Boom Banyuwangi. Setiap tukik penyu lekang masing-masing di foto dengan posisi dorsal.

Pemeriksaan histologi gonad dan duktus paramesonefrik untuk menentukan jenis kelamin. Hasil analisis digunakan untuk membandingkan karakteristik gonad dan duktus paramesonefrik jantan dengan tukik betina penyu lekang. Pemeriksaan histologi gonad diperoleh hasil dari 10 tukik lekang yang diperiksa yaitu jantan sejumlah 6 dan tukik betina sejumlah 4. Hasil analisis statistik uji t independen menunjukkan perbedaan yang signifikan pada ketebalan korteks gonad, ketebalan medula gonad dan diameter duktus paramesonefrik. Hasil yang tidak signifikan didapat pada ketebalan epitel duktus paramesonefrik.

Analisis geometri morfometri dilakukan dengan menggunakan foto hasil pengambilan gambar tukik bagian karapas, kemudian foto transfer ke aplikasi tpsDig2 untuk diolah dan diberi titik-titik landmark. Titik-titik landmark ini menjadi titik acuan dalam melihat bentuk variasi karapas antara tukik penyu lekang jantan dengan betina. Sejumlah 57 landmark tersusun di setiap persimpangan sisik dengan urutan dan posisi yang sama pada setiap foto sebagai langkah awal dalam analisis geometri morfometri. Semua foto yang sudah diolah dan diberikan titik-titik landmark selanjutnya dijelaskan menggunakan aplikasi MorphoJ. Persebaran landmark yang tidak rata pada semua foto diselesaikan dengan analisis procrustes dengan melakukan transformasi letak antar tukik yang sebelumnya acak menjadi ke titik titik (0,0). Kemudian dilakukan Principal Component Analysis (PCA) dengan menghasilkan sebanyak 8 komponen utama. Komponen utama 1 dan 2 menjalaskan 75,4 dan 7,1% dari total varian. Total varian yang dihasilkan tinggi, tetapi jenis kelamin tidak dipisahkan dan dikarakteristikkan pada elips dengan interval kepercayaan 95%.

Detail tulisan ini dapat dilihat di:

Sumber:  Hidayatulloh, D. R. , Dhamayanti, Y., & Purnama, MTE (2021, Maret). Studi morfometri dan histologi gonad tukik penyu belimbing (Lepidochelys olivacea) jantan dan betina. Dalam  IOP Conference Series: Earth and Environmental Science  (Vol. 718, No. 1, p. 012040). IOP Publishing.