Nuskan Sjarif: Maestro Musik Minang dari Kaki Bukit Langkisau, Painan
- Mar 15, 2026
- Kompasnagari.kim.id
- Artikel
Ditulis Oleh : Pasisia Bana
Nama Nuskan Sjarif mungkin tidak setenar sebagian penyanyi yang membawakan karyanya, namun perannya dalam perkembangan musik Minang sangat besar. Ia dikenal sebagai musisi, pencipta lagu, sekaligus pendiri Orkes Kumbang Tjari yang populer pada era 1960-an.
Nuskan Sjarif lahir di Medan pada 4 Juni 1935. Ia berasal dari keluarga berdarah Minangkabau dengan akar dari Padang dan Painan. Sejak muda, ia telah menunjukkan minat besar terhadap musik, khususnya musik Minang yang saat itu sedang berkembang pesat di Indonesia.
Pada dekade 1950-an hingga 1960-an, musik Minang sangat populer melalui berbagai orkes. Salah satu yang paling terkenal adalah Orkes Gumarang. Nuskan yang mengagumi orkes tersebut sempat menawarkan karya ciptaannya. Namun, ketika keinginannya bergabung tidak terwujud, ia justru mendapat saran untuk membentuk kelompok musik sendiri.
Saran itu menjadi titik balik dalam perjalanan kariernya. Pada tahun 1961, Nuskan mendirikan Orkes Kumbang Tjari. Bersama penyanyi legendaris Elly Kasim, orkes ini kemudian meraih popularitas besar. Banyak lagu Minang yang lahir dari tangan kreatif Nuskan dan menjadi bagian penting dalam khazanah musik Minangkabau.
Keunikan Nuskan terletak pada kemampuannya memainkan gitar dengan teknik khas. Dari petikan gitarnya, ia mampu menghadirkan bunyi yang menyerupai alat musik tradisional Minang seperti saluang, talempong, hingga rabab. Sentuhan inilah yang membuat aransemen musiknya terasa kuat dengan nuansa tradisional.
Selain berkarya di dunia musik Minang, Nuskan juga berkiprah dalam industri film Indonesia sebagai penata musik. Sejak tahun 1970-an, ia dipercaya menggarap ilustrasi musik sejumlah film, di antaranya Cinta Rahasia dan Mustika Ibu. Di luar dunia seni, ia juga dikenal sebagai seorang guru olahraga yang pernah bertugas hingga ke Jayapura.
Nuskan Sjarif wafat di Jakarta pada 13 Februari 2007 dalam usia 71 tahun dan dimakamkan di Bojongsari, Depok. Meski telah tiada, karya dan dedikasinya tetap dikenang sebagai bagian penting dari sejarah perkembangan musik Minangkabau, terutama dalam memperkenalkan lagu Minang kepada masyarakat luas di Indonesia.
Ayo, siapa yang tahu lagu-lagu beliau, silahkan komen ya...