Parpol Wajib Memberikan Pendidikan Politik ke Masyarakat
- Jun 08, 2025
- Kompasnagari.kim.id
- Artikel
Laporan : Haridman Kambang
Pada beberapa kali perbincangan penulis dengan mantan Ketua DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Partai Golkar Pesisir Selatan Alirman Sori terkait pembelajaran polilik di daerah itu, maka dapat ditarik benag merahnya. Bahwa, selain pemerintah maka Partai Politik (Parpol) memiliki peran pembelajaran politik ke masyarakat.
Partai Politik berkewajiban memberikan pendidikan politik yang sehat kepada masyarakat. Sehingga politik tidak disalah artikan di masyarakat. Partai politik harus bisa memberikan pemahaman ke masyarakat bahwa politik itu tidak kotor, namun santun.
Alirman Sori menyebutkan, pendidikan politik dimaksud dalam bentuk pembelajaran kepada semua lapisan masyarakat bagimana melaksanakan demokrasi yang benar. "Bahwa yang berkembang dimasyarakat politik kejam dan menghalalkan segala cara adalah sesuatu yang musti diluruskan. Tidak benar politiuk itu kejam dan menghalalkan segala cara," kata Alirman Sori yang juga mantan Anggota DPD RI.
Disebutkannya, kesalahan memahami politik berakibat fatal kepada proses dan capaian demokrasi. Inilah yang menyebabkan kenapa masyarakat sering bentrok saat proses politik itu berlangsung. "Maka organisasi politik manapun berkewajiban menyampaikan dan mengajarkan proses proses yang dilalui saat berlangsung pesta demokrasi atau tidak dalam pesta demokrasi sekalipun," kata Alirman Sori.
Secara umum partai politik didaerah ini telah berhasil memberikan pelajaran politik kepada masyarakat. "Hal itu ditandai dengan kehidupan politik berjalan aman selama terselenggaranya proses demokrasi. Walaupun terjadi beberapa kali protes dari sebagian masyarakat terhadap hasil pemilihan umum, namun hal itu bisa diselesaikan secara baik.
Menurutnya, dalam tiga kali pemilu sejak 1999, terjadi peningkatan baik dari segi jumlah pemilih maupun tingkat partisipasi. Pemilih pada tahun 1999 berjumlah 219 ribu lebih dengan partisipasi dalam pemilu sebesar 169 ribu lebih.
"Sementara tahun 2004 dan 2009 terjadi kenaikan pemilih sekitar 18 persen lebih, begitu pula tingkat partisipasinya. Ini menunjukkan bahwa partai politik telah mendorong baiknya kondisi politik di Pesisir Selatan," katanya.
Namun katanya, tantangan politik kedepan adalah munculnya polarisasi politik primordial utara selatan dalam pilkada. Hal ini setiap kali pilkada selalu menunjukkan kecenderungan peningkatan. Hal ini bisa mengganggu stabilitas pemerintah. "Oleh karena itu, penyadaran dan pendidikan politik di daerah ini perlu diperluas dan ditingkatkan serta perlu adanya antisipasi agar tidak ada isu seperti ini," katanya.