Pemanfaatan Penyu Oleh Manusia

  • Mar 23, 2025
  • Kompasnagari.kim.id
  • Flora & Fauna

Pemanfaatan oleh Manusia

Di berbagai belahan dunia, penyu sisik ditangkap oleh manusia secara ilegal dengan cara memburunya. Di beberapa bagian dunia, penyu sisik dikonsumsi sebagai makanan lezat. Sejak abad ke-5 SM, penyu, termasuk penyu sisik, dikonsumsi sebagai makanan lezat di Tiongkok.

Beberapa kebudayaan juga menggunakan cangkang penyu untuk hiasan. Cangkang penyu sisik yang indah telah dimanfaatkan sejak zaman Mesir, dan material tersebut dikenal sebagai cangkang kura-kura, yang umumnya berasal dari penyu sisik.

Di Tiongkok, di mana hewan tersebut dikenal sebagai tai mei, penyu sisik disebut sebagai "penyu bercangkang kura-kura", penamaan utama untuk cangkang tersebut, yang digunakan untuk membuat dan mendekorasi berbagai barang-barang kecil, seperti halnya di negara-negara Barat.

Di Jepangskat cangkang penyu sisik juga dimanfaatkan, yang disebut bekko dalam bahasa Jepang. Hewan ini dimanfaatkan untuk pembuatan barang-barang pribadi, seperti kerangka kacamata dan bahan pembuatan shamisen (alat musik tradisional Jepang yang memiliki tiga dawai).

Pada tahun 1994, Jepang menghentikan impor cangkang penyu sisik dari negara lain. Sebelumnya, rata-rata cangkang penyu sisik yang dijual di Jepang mencapai 30.000 kg (66.000 pon) per tahun.[19][56] Di negara-negara Barat, cangkang penyu sisi telah dimanfaatkan oleh bangsa Yunani Kuno dan Romawi Kuno untuk membuat perhiasan seperti sisir, sikat, dan cincin.

Sebagian besar penjualan cangkang penyu sisik berasal dari Karibia. Pada tahun 2006, cangkang yang tersedia diproses secara teratur, sering kali dalam jumlah besar, di berbagai negara termasuk Republik Dominika dan Kolombia.

Salah satu jenis penyu yang mendarat di Amping Parak adalah penyu sisik. Penyu sisik (Eretmochelys imbricata) adalah jenis penyu terancam punah yang tergolong dalam familia Cheloniidae.

Penyu ini adalah satu-satunya spesies dalam genusnya. Spesies ini memiliki persebaran di seluruh dunia, dengan dua subspesies terdapat di Atlantik dan PasifikE. imbricata imbricata adalah subspesies di Atlantik, sedangkan E. imbricata bissa adalah subspesies di wilayah Indo-Pasifik.

Penampilan penyu sisik mirip dengan penyu lainnya. Penyu ini umumnya memiliki bentuk tubuh yang datar, dengan sebuah karapaks sebagai pelindung, dan sirip menyerupai lengan yang beradaptasi untuk berenang di samudra terbuka.

Perbedaan E. imbricata dari penyu lainnya yang sangat mudah dibedakan adalah paruhnya yang melengkung dengan bibir atas yang menonjol, dan tampilan pinggiran cangkangnya yang seperti gergaji. Cangkang penyu sisik dapat berubah warna, sesuai dengan temperatur air.

Walaupun penyu ini menghabiskan separuh hidupnya di samudra terbuka, sesekali mereka juga mendatangi laguna yang dangkal dan terumbu karang.

Praktik memancing yang dilakukan oleh manusia menyebabkan populasi E. imbricata terancam punahWorld Conservation Union mengklasifikasikan penyu sisik sebagai spesies kritis.Cangkang penyu sisik adalah sumber utama dari material cangkang kura-kura yang digunakan untuk bahan dekorasi atau hiasan. 

Convention on International Trade in Endangered Species melarang penangkapan dan penjualan penyu sisik maupun produk-produk yang berasal darinya.