Pembangunan Pessel Disesuaikan dengan Hasil Musrenbang
- Jun 06, 2025
- Kompasnagari.kim.id
- Informasi Umum
KOMPASNAGARI-Wakil Bupati Pessel Risnaldi menyebutkan, pembangunan di daerah ini disesuaikan dengan prioritas pembangunan hasil Musrenbang dan RPJM Kabupaten. Prioritas pembangunan itu tidak hanya berlaku untuk satu tahun akan tetapi untuk 5 tahun.
"Setiap item pembangunan yang dilaksanakan harus berpedoman kepada prioritas pembangunan hasil Munsrenbang dan RKP di RPJM Daerah. Gunanya untuk meminimalisir kegiatan kegiatan yang tidak tepat pada sasarannya," kata Risnaldi baru - baru ini.
Menurutnya, pembangunan berdasarkan skala prioritas menghindari kegiatan naik dijalan. Pertimbangan selanjutnya, pembangunan melalui Musrenbang dan di skala prioritaskan adalah representasi potensi daerah.
Dikatakannya, secara umum prioritas pembangunan itu diantaranya, peningkatan produksi dan produktifitas pertanian dan perikanan, Pengembangan industri pangan berbasis potensi lokal, Pengembangan kawasan wisata. Begitu juga pembangunan untuk daerah tertinggal dan infrastruktur penunjang ekonomi rakyat.
"Selanjutnya dibidang lingkungan hidup dan penanggulangan bencana. Peningkatan akses dan kualitas pendidikan, peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Pengamalan ABS-SBK dalam kehidupan bermasyarakat. Berikutnya juga termasuk percepatan penanggulangan kemiskinan, peningkatan peran pemuda serta birokrasi dan tata kelola pemerintahan," katanya.
Disebutkan Risnaldi, ini merupakan prioritas pembangunan untuk lima tahun kedepan yang sinergi dengan visi dan misi pemkab Pessel. "Kemudian dalam bentuk program kami jadikan menjadi 5 Program Hendrajoni - Risnaldi," katanya.
Penentuan Prioritas Harus Duduk Bersama
Sementara terkait teknis penentuan prioritas Risnaldi menjelaskan, selama ini pola perencanaan kita menggunakan dua pendekatan yakni buttom up dan topdown. Kedua duanya oleh pemerintah diramu menjadi satu lewat perencanaan integrasi yang juga melibatkan masyarakat.
"Jadi sebelum ditentukan prioritas di Musrenbang Kabupaten, masyarakat lewat fasilitasi Wali Nagari telah melangsungkan kegiatan penggalian gagasan. Dari penggalian gagasan dengan metoda PRA maka muncul sulan usulan pembangunan, dan dibawa ke Musrenbang Nagari dan kecamatan.Selanjutnya ke forum SKPD dan Musrenbang Kabupaten," kata Risnaldi.
Dengan pola seperti itu, maka setiap usulan yang menjadi prioritas di kabupaten dianggap telah menjadi usulan sangat mendesak . Ini juga merupakan wujud ari perencanaan partisipatif yang mengakomodir usulan dari akar rumput. (har)