Pessel - Solsel Perlu Satukan Suara Soal Jalan Kambang - Muara Labuh

  • Jun 06, 2025
  • Kompasnagari.kim.id
  • Informasi Umum

KOMPASNAGARI.KIM.ID-Bupati Pessel Hendrajoni menyebutkan, ia segera bekoordinasi dengan Pemkab Solsel untuk membahas kembali pengajuan permohonan pembangunan jalan Kambang Muara Labuh. Pessel, tidak pernah surut mengajukan permohonan agar izin jalan tembus yang menghubungkan dua kabupaten tersebut dikeluarkan pemerintah pusat.

"Selalu ada harapan dan peluang izin membuka jalan Kambang - Muara Labuh, namun tentu kita harus sabar soalnya banyak alasan pemerintah pusat untuk tidak mengeluarkan izin," ungkap Hendrajoni lagi. 

Hendrajoni menyebutkan, jalan tembus Kambang - Muara Labuh (Kambura) selama ini berhadapan dengan sejumlah regulasi kehutanan, diantaranya menembus zona inti Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS).

Menurut Hendrajoni, zona inti TNKS yang akan ditembus jalan tersebut telah ada solusi. Salah satunya adalah membuat jalan yang tidak mengganggu perlintasan satwa yang dilindungi.

Jalan Tembus Kambang - Muara Labuh memiliki peran strategis bagi Solsel dan Pessel. Bagi Pesisir Selatan, jalan itu sangat bermanfaat untuk pembangunan Pesisir Selatan, salah satunya pembangunan ekonominya. Kemudian jalan ini juga berperan sebagai jalur alternatif sekiranya jalan nasional lumpuh akibat bencana.

"Pessel sangat rawan bencana alam. Dibagian utara daerah ini rawan banji dan tanah longsor. Beberapa kali banjir dan longsor yang terjadi menyebabkan sebagian Pesisir Selatan terisolasi. Misalnya bencana Pasir Putih tahun 2011 lalu, dimana pasokan bahan makanan tersendat akibat jalan alternatif tidak ada," katanya.

Begitu pula dengan Solok Selatan. Bila jalan ini tereaslisasi, maka pertumbuhan ekonomi kabupaten tersebut juga ikut berpengaruh. Dari Pesisir Selatan dipasok ikan laut dan kelapa serta bahan bangunan, sementara dari Solok Selatan warga Pessel juga akan mendapatkan sayuran segar.

"Namun lebih dari itu, jalan Kambang - Muara Labuh jugaakan mendekatkan kedua kabupaten yang memiliki hubungan keturunan. Sebagian besar nenek moyang masyarakat Pessel beraal dari Solok Selatan. Dulu jalur Kambang - Muara Labuh ditempuh nenek moyang dengan berjalan kaki menembus hutan," katanya.(KIM)