Profil Hanafi Herman
- Mar 15, 2026
- Kompasnagari.kim.id
- Artikel
Ditulis Oleh : Pasisia Bana
Langit pagi di Painan pernah menjadi saksi langkah seorang pemuda berseragam pasukan kuning, ia mengawasi penyapu jalanan kota dengan tekun. Tak banyak yang menyangka, dari deru gerobak sampah dan panas aspal itulah perjalanan politik Hanafi Herman bermula. Hari ini, ia duduk di kursi DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, membawa cerita tentang kerja keras, ketekunan, dan keyakinan pada proses.
Hanafi lahir di Painan, 25 Oktober 1991. Ia tumbuh sebagai anak sulung dari tiga bersaudara, satu laki-laki dan dua perempuan. Duka datang lebih awal dalam hidupnya. Dua tahun setelah ia mulai menapaki tanggung jawab keluarga, sang ayah berpulang. Sejak itu, beban moral sebagai anak lelaki satu-satunya kian terasa.
Tahun 2010 menjadi titik awal pengabdian publiknya. Ia bekerja sebagai tenaga honor di Dinas Pasar, Perdagangan, Kebersihan, dan Metrologi Kabupaten Pesisir Selatan—yang kemudian bertransformasi menjadi Dinas Pekerjaan Umum bidang Kebersihan. Dari 2010 hingga 2017, ia menjalani tugas sebagai pengawas kebersihan, bagian dari pasukan kuning yang memastikan wajah kota tetap bersih dan tertata.
Di sela pekerjaan, Hanafi merintis usaha peternakan sapi dan ayam. Ia percaya, kemandirian ekonomi adalah fondasi penting untuk melangkah lebih jauh. Usaha itu digelutinya dalam kurun waktu yang sama, 2010 hingga 2017. Dunia peternakan pula yang kemudian membawanya menempuh pendidikan formal di bidang tersebut.
Ia menyelesaikan studi S1 Peternakan di Universitas Taman Siswa pada 2017. Tak berhenti di sana, Hanafi melanjutkan pendidikan Magister Hukum di Universitas Ekasakti (Unes) dan meraih gelar M.H pada 2021. Kombinasi ilmu peternakan dan hukum memberinya perspektif luas: dari soal produksi pangan hingga regulasi kebijakan.
Langkah politiknya dimulai secara struktural pada 2017 saat dipercaya menjadi Bendahara Partai Demokrat Kabupaten Pesisir Selatan. Dua tahun berselang, pada Pemilu 2019, ia terpilih menjadi anggota DPRD dengan perolehan 1.837 suara. Di periode itu pula ia dipercaya menjabat Ketua Fraksi Partai Demokrat (2019–2023), posisi yang menuntut kecakapan komunikasi dan konsolidasi.
Kepercayaan publik kembali teruji pada Pemilu 2024. Suara yang diraih meningkat signifikan menjadi 2.575. Kenaikan itu bukan sekadar angka, melainkan refleksi konsistensi dan kedekatannya dengan konstituen. Dari lorong pasar hingga ruang sidang dewan, Hanafi membawa pengalaman lapangan sebagai modal utama dalam menyerap aspirasi.
Perjalanan Hanafi Herman adalah kisah tentang mobilitas sosial yang lahir dari kerja nyata, bukan semata retorika. Dari pasukan kuning ke gedung DPRD, ia membuktikan bahwa ruang pengabdian selalu terbuka bagi mereka yang tekun, sabar, dan tak lelah belajar. Di tengah dinamika politik lokal, sosoknya menjadi pengingat bahwa setiap langkah kecil—sekalipun dimulai dari menyapu jalan—dapat berujung pada panggung pengambilan kebijakan.