Riki Frindos : 7 Juta Orang Meninggal Setiap Tahun Akibat Polusi
- Nov 01, 2025
- Kompasnagari.kim.id
- Informasi Umum
KOMPASNAGARI.KIM.ID -Direktur Keanekaragaman Hayati (KEHATI) Indonesia Riki Frindos menyebutkan, berdasarkan laporan WHO terdapat 7 juta orang meninggal di dunia akibat polusi. Hal itu dikatakannya saat berkunjung ke Markas Laskar Pemuda Peduli Lingkungan Amping Parak Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat.
Polusi menurut Riki Frindos memberi penyumbang tertinggi penyebab kematian di dunia. “Kualitas udara dibanyak belahan dunia sudah tidak bagus,” katanya.
“Makhluk hidup perlu bernapas untuk bertahan hidup, dan untuk bernapas membutuhkan oksigen. Sayangnya, partikel-partikel polusi kini telah mencemari udara di sekitar kita. Ini adalah kenyataan yang tidak bisa dibantah,” ungkapnya.
Ironisnya, paparan terhadap polusi udara sangat sulit, bahkan hampir tidak mungkin untuk dihindari. Bahkan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 9 dari 10 orang di seluruh dunia saat ini menghirup udara yang tidak memenuhi standar kualitas udara yang ditetapkan WHO.
“Kondisi ini menyebabkan setidaknya 7 juta orang meninggal karena polusi udara, seperti yang dilaporkan oleh WHO seperti mengutip keterangan yang dirilis pada 2 Juli 2025 di laman resmi WHO,” katanya.
Tingginya angka kematian terkait polusi udara menyebabkan peningkatan risiko berbagai penyakit, seperti demensia, gangguan kecemasan, dan depresi. Beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa polusi udara berdampak pada kesehatan otak dan mental. Studi-studi tersebut menemukan hubungan antara paparan polusi udara dengan penyakit demensia, kecemasan (anxiety), dan depresi.
Riki juga memaparkan pandangan Direktur Departemen Lingkungan Hidup, Perubahan Iklim, dan Kesehatan WHO, Maria Neira bahwa dalam podcast episode 141 berjudul Air Pollution Damages Young Brains pada 2 Juli 2025 bahwa partikel polusi di udara tidak hanya berdampak pada paru-paru, tetapi juga dapat mempengaruhi seluruh tubuh.
Partikel kecil dalam udara yang tercemar bisa masuk jauh ke dalam paru-paru kita. Mereka juga bisa mempengaruhi otak. Jadi, bukan hanya paru-paru yang terdampak. Otak dan tubuh pun bisa terpengaruh. Ini bisa menyebabkan stroke, penyakit kardiovaskular, asma, dan bahkan kanker paru-paru. (Haridman/KIM Amping Parak)