Sejarah Nagari Surantih

  • Mar 19, 2025
  • Kompasnagari.kim.id
  • Informasi Umum

Nagari Surantih merupakan salah satu nagari di wilayah Rantau, termasuk dalam wilayah kerajaan Banda Sepuluh, yang berasal dari kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu, dengan perkembangan masyarakat pada saat itu maka Raja bersama dengan penguluh mengadakan musyawarah untuk perkembangan wilayah maka terutuslah Ninik Mamak yang bergelar Nan Kurang Aso yang bernama Inyiak Alam Palaba.

Untuk mencari Sutan Nan Qawi Majoano yang diutus mencari lahan baru,setelah sampai kegunung dihulu sungai kambang dan sepakat memecah rombongan menjadi tiga, ada yang kepelangai,, koto ketinggian, koto selapan dan pasir laweh, berdasarkan gambaran tersebut daerah koto katenggian merupakan daerah awal mula lahirnya sejarah Nagari Surantih, sebelum terbentuknya Pemerintahan Nagari maka bermula pada tahap : mula Teratak,kemudian dusun,menjadi koto,kehidupan koto ketinggian dipimpin oleh Pamuncak,daerah ini di bagi menjadi tiga bagian antara lain : Wilayah koto tinggi, Wilayah koto Ranah, Wilayah sungai Kumbayang.

            Dari uraian diatas dan berdasarkan catatan monografi yang dibuat oleh Wali Nagari Surantih Zainuddin Kesha beserta lembaga Adat bahwa daerah ketinggian mempunyai keturunan kaum dan ulayat yang bergelar Datuk sebanyak 19 Datuk, kesembilan Datuk itu pecah dari ikek Nan Ampek beserta kaum lareh nan tigo, dengan tersiarnya lokasi baru yang didapat oleh kepala kaum dibawah kepemimpinan orang tua  ( Muncak ) maka mulailah wilayah hunian yang disebut dengan Gantiang mudik, yang terdiri dari batu bala, Kayu Aro, Ampalu dan Langgai.

          Perkembangan Wilayah awal wilayah hilir setelah Gunung malelo, kayu Gadang, koto merapak, koto panjang dan Timbulun , mulailah berkembang hingga akhirnya menyebar kedaerah pinggiran pantai yang terdiri dari daerah Rawang, Pasir Nan Panjang dan Sungai Sirah, sementara wilayah kampung berhimpun ( Pasar Surantih ) telah dihuni oleh orang- orang yang datang dari daerah lain dan manuruko hidup berdampingan dengan baik, setelah daerah Ganting mudik terisih oleh beberapa kelompok kaum dengan diperkirahkan awal abad 12 munculah generasi baru  dari niniak yang menjadi kepala kaum.

Dengan perkembangan kehidupan  maka Penghulu Nan Barampek memintah persetujuan pada Raja Alam Surambi  Sungai Pagu bahwa daerah hunian baru membutuhkan seorang pemimpin dalam bentuk pemerintah Nagari maka dilakukan musyawarah dan mufakat yang dilakukan oleh ikik Nan Ampek untuk membuat kesepakatan  untuk menunjuk kaum lareh Nan Tigo yaitu penghulu kaum sikumbang yang bergelar Datuak Rajo Malenggang untuk menjadi muncak Nagari yang dibantu penghulu nan barampek dalam menjalankan tugas –tugas.

Setelah struktur Pemerintahan Nagari terbentuk maka ikek Nan ampek melaporkan hasil kesepakatan tersebut kepada Raja Alam Sungai Pagu, secara Administrasi Nagari Surantih tergabung dalam Wilayah Kecamatan Kabupaten Pesisir Selatan, disamping itu Surantih merupakan Nagari yang memiliki wilayah dataran rendah yang berbentuk bujur telur dikelilingi oleh dataran tinggi / perbukitan mulai dari arah barat yang berbatas dengan laut memanjang kearah timur , ditengah mengalir sungai yang dikenal masyarakat sebagai batang Surantih dan batang Langgai, juga terdapat anak sungai yang bersumber dari mata air, Nagari Surantih dilihat dari ketinggian rata-rata  2 – 15 M diatas permukaan laut dengan panjang  ± 4 Km dengan luas  296,70 Km² denga suhu pada siang hari mencapai  35º C  dan malam suhu dirasakan sejuk berkisar  antara 24 - 28º C. Nagari Surantih merupakan Nagari yang terluas di Kecamata Sutera Kabupaten Pesisir Selatan. Yang terdiri dari 13 Kampung : Kampung pasar surantih, kampung sei sirah, kampung timbulun, kampung pasir nan panjang, kampung rawang, kampung gunung malelo, kampung koto panjang, kampung koto merapak, kampung kayu gadang, kampung ampalu, kampung kayu aro, kampung batu bala  dan kampung langgai.

          Dan pada tanggal 7 bulan Desember tahun 2011 di masa Pemerintahan Wali Nagari Khairul Kadri dilakasanakan Pemekaran Nagari, dan saat ini menjadi  Tujuh ( 7 ) kenagarian Yaitu :

1. Langgai, Batu Bala menjadi satu Nagari yang bernama Nagari Gantiang Mudik Utara Surantih.

2. Kayu Aro dan Ampalu menjadi satu Nagari yang bernama Nagari Gantiang Mudik Selatan Surantih.

3. Kayu Gadang menjadi satu Nagari yang bernama Nagari Koto Nan Tigo Utara Surantih.

4. Koto Merapak dan Koto Panjang  menjadi satu Nagari yang bernama Nagari Koto Nan Tigo Selatan Surantih.

5. Timbulun dan Pasir Nan Panjang menjadi satu Nagari yang bernama Nagari Aur Duri Surantih.

6. Rawang dan gunung malelo menjadi satu Nagari yang bernama Nagari Rawang gunung Malelo.Surantih

7. Pasar Surantih dan Sungai Sirah menjadi Nagari Induk yang bernama Nagari Surantih.

 

Perlu diketahui bahwa Nagari Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat merupakan 1 dari 12 Nagari di kecamatan Sutera yang mempunyai jarak 38 Km dari kota kabupaten.  Kecamatan Sutera sendiri merupakan salah satu dari 15 kecamatan di kabupaten Pesisir Selatan  yang termasuk kategori kecamatan miskin. Secara geografis Nagari Surantih sendiri terletak di perbatasan sebelah barat Samudera Indonesia,  Kondisi ini dapat kita lihat dalam Profil Nagari Surantih sebagai berikut : 

Kondisi Nagari

Nagari Surantih berada dalam wilayah Kecamatan Sutera dengan luas 691,56 Ha, jarak dari Nagari Surantih ke Kecamatan sekitar 2 Km dan Ke Kabupaten 38 Km, ketinggian tanah dari Permukaan laut rata-rata 2-15 M diatas permukaan laut dengan panjang 4 Km dengan luas 296,70 Km2 dengan suhu pada siang hari mencapai 35'C dan malam hari suhu dirasakan sejuk berkisar antara 24-28"C.

Tata Ruang Nagari

- Kawasan Perdagangan                        : 5 Ha

- Kawasan Industri                                    : 3 Ha

-Kawasan Peternakan/Perikanan         : 12 Ha

- Kawasan Pertanian                               : 240,25 Ha

- Kawasan Permukiman/Perumahan : 425,30 Ha

- Jalan, Pusaro/Kuburan dll                   : 6 Ha

Batas Wilayah

- Sebelah Utara berbatasan dengan Nagari Lansano Taratak dan Nagari Rawang Gunung Malelo Surantih

- Sebelah Selatan berbatasan dengan Nagari Amping Parak

- Sebelah Barat berbatasan dengan Samudera Hindia

- Sebelah Timur berbatasan dengan Nagari Aur Duri Surantih

(Disalin dari https://surantih.digitaldesa.id/)

Foto : https://surantih.digitaldesa.id/