Tender Rp27 Miliar, Pembangunan Pasar Painan Ditarget Rampung 2026

  • Sep 03, 2025
  • Kompasnagari.kim.id
  • Webtorial

KOMPASNAGARI.KIM.ID – Pembangunan lanjutan Pasar Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, kembali memasuki tahap tender. Proses ini ditangani langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan nilai anggaran sekitar Rp27 miliar.

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, menegaskan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Balai Sarana Permukiman Wilayah Kementerian PUPR di Padang. Koordinasi tersebut kemudian telah membuahkan hasil karena telah memasuki tahap tender dan tentu informasi ini sangat dinantikan warga Pesisir Selatan.

Menurut Hendrajoni, informasi ini penting disampaikan ke seluruh lapisan agar tidak menimbulkan simpang-siur di tengah masyarakat. Masyarakat membutuhkan informasi yang jelas terkait kelanjutan pembangunan Pasar Painan.

“Pembangunan lanjutan Pasar Painan saat ini sedang proses tender dengan pagu anggaran Rp27 miliar,” ujar Hendrajoni saat ditemui di Painan, Rabu (3/9).

Ia menjelaskan, proses lelang untuk proyek ini bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya, proses tender juga sudah dilakukan yakni pada Bulan Juni tahun 2025 lalu.

Namun menurut Hendrajoni tender sebelumnya menghasilkan pemenang gagal. Saat ini, proses tender telah memasuki kali ketiga dan tentu saja prosesnya berjalan lancar hingga pemenang ditetapkan.

“Kalau pemenang tender sudah ditetapkan dan pekerjaan dimulai Oktober, maka perkiraan April 2026 selesai,” kata Hendrajoni.

Jika pemenang tender telah menetapkan bupati optimistis pembangunan pasar bisa rampung sesuai jadwal. “Saya optimis pembangunan pasar terlaksana sesuai waktu atau jadwal yang telah ditentukan,” katanya.

Dengan target pembangunan itu menurut Hendrajoni, para pedagang yang selama ini menunggu kepastian bisa pula segera menempati fasilitas baru di Pasar Painan.

“Harapan kita bersama, pada tahun 2026 para pedagang di Pasar Painan sudah bisa menempati pasar yang baru,” tambahnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Transmigrasi Pesisir Selatan, Afriman Julta, mengungkapkan, pembangunan tahap awal Pasar Painan sempat dikerjakan oleh PT Putra Jaya Andalan. Nilai kontraknya saat itu mencapai Rp53,3 miliar dan diaddendum menjadi Rp58 miliar.

Namun, hingga kontrak berakhir pada Desember 2024, perusahaan hanya mampu menyelesaikan sekitar 72 persen pekerjaan. Akibatnya, proyek dinyatakan putus kontrak dan pasar menjadi terbengkalai.

Afriman meminta para pedagang bersabar menghadapi kondisi ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama kementerian terkait sedang berupaya menuntaskan proyek tersebut.

“Ini memang proyek warisan yang terbengkalai dari pemerintahan sebelumnya, tetapi Pak Bupati Hendrajoni berkomitmen penuh untuk menuntaskannya,” kata Afriman.

Dengan rampungnya pasar pada tahun 2026 nanti, diharapkan kegiatan ekonomi masyarakat Painan kembali bergairah. Pasar baru ini dinilai strategis karena menjadi pusat perdagangan utama di ibu kota kabupaten.

Menurut Afriman, Pasar Painan adalah barometer pasar di Pesisir Selatan, oleh karena itu masyarakat mengharapkan pembangunan tuntas sesuai jadwal.

Dijelaskan Afriman, konstruksi Pasar Painan didesain bertingkat dan ramah bencana. "Dari desain yang ada maka Pasar Painan dapat menampung lebih banyak pedagang dan pengunjung pasar," katanya.

Selain itu stuktur bangunan Pasar Painan juga dibuat mempertimbangkan kondisi alam Pesisir Selatan yang rawan terjadi bencana. Mulai dari pondasi hingga tulang bangunan dibuat kuat.

"Ancaman terbesar adalah gempa dan tsunami. Maka dari awal, struktur bangunan dibuat ramah bencana, dan lantai atas Pasar Painan juga suatu waktu dapat digunakan sebagai shelter," katanya.

Selanjutnya Anto (55) salah seorang pedang di Pasar Painan menyambut gembira penuntasan pembangunan Pasar Painan. Masyarakat bahkan ingin secepat mungkin pembangunan pasar dikerjakan.

“Syukur lhamdulillah pembangunan Pasar Painan dilanjutkan. Kami memang sudah lama ingin menempati kios baru Pasar Painan ya mudah-mudahan program Pak Hendrajoni ini berjalan dengan lancar,” kata Anto.

Anto mengucapkan terima kasih kepada Bupati Hendrajoni yang gigih memperjuangkan kemajuan pembangunan Pasar Painan. Warga mendukung penuh penyelesaian pembangunan pasar.

“Selama ini kondisi pasar dengan bangunan darurat memang sudah tak layak, besar harapan pedagang pembangunan ini selesai dan kembali kekios yang representatif,” tutupnya. (Webtorial)