UMKM di Pessel Pasca Lebaran, Apakah Mereka Padam?
- Apr 09, 2026
- Kompasnagari.kim.id
- Informasi Umum
Penulis : Pasisia Bana
Usai riuh Hari Raya Idul Fitri mereda, denyut usaha kecil kembali ke ritme sunyi yang akrab. Lapak-lapak yang sempat ramai oleh arus mudik dan belanja lebaran kini kembali lengang. Para pelaku usaha yang beberapa hari lalu sempat “mencicipi kue” dari lonjakan permintaan, kini dihadapkan pada kenyataan: roda harus terus berputar, meski dorongannya tak lagi sekuat kemarin.
Di balik etalase sederhana itu, ada kegelisahan yang tak kasat mata. Harga bahan baku yang fluktuatif, daya beli masyarakat yang melemah, serta persaingan yang kian ketat menjadi beban harian yang harus dipikul. Mereka bertahan dengan segala cara—mengurangi margin, menekan biaya produksi, bahkan mengandalkan utang kecil—sekadar agar usaha tetap hidup dan dapur tetap mengepul.
Namun, seperti biasa, harapan tidak benar-benar padam. Dalam keterbatasan, para pelaku usaha kecil terus merawat optimisme, meski tipis. Mereka percaya, selalu ada peluang di balik masa sepi, sekecil apa pun. Sebab bagi mereka, bertahan bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan—di tengah ketidakpastian ekonomi yang tak pernah benar-benar memberi jeda.