Yayasan KEHATI dan Pokmaswas LPPL Kembangkan Konservasi Penyu dan Pusat Edukasi Tentang Penyu di Amping Parak
- Dec 13, 2025
- Kompasnagari.kim.id
- Webtorial
KOMPASNAGARI.KIM.ID -Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) mengembangkan Konservasi Penyu dan Pusat Edukasi Tentang Penyu di Nagari Amping Parak Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan dengan membangun kemitraan dengan Pokmaswas Laskar Pemuda Peduli Lingkungan LPPL.
Ketua Pokmaswas LPPL Haridman Menyebutkan sesuai MoU, kegiatan Konservasi Penyu dan Pengembangan Pusat Edukasi Tentang Penyutersebut berlangsung dari 19 Agustus 2025 hingga 19 Desember 2025. Kegiatan berlangsung dengan baik hingga waktu yang ditentukan.
INFORMASI PROGRAM
| Nama Lembaga | Pokmaswas Laskar Pemuda Peduli Lingkungan |
| Judul Kegiatan | Konservasi Penyu dan Pengembangan Pusat Edukasi Tentang Penyu di Amping Parak Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera |
| Nomor Perjanjian Hibah | 01/00/2025/1/3/12/1/0794/1347 |
| Periode Perjanjian | 19 Agustus 2025 – 19 Desember 2025 |
| Lokasi Kegiatan | Provinsi Sumatera Barat |
| Periode Pelaporan | 19 Agustus - 19 Desember 2025 |
| Jumlah Dana Hibah | Rp. 132.507.128 |
| Jumlah Serapan Dana | Rp. 132.507.128 |
Ringkasan Program
Latar belakang
Amping Parak berada di Nagari Amping Parak Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. Amping Parak berjarak sekitar 110 KM dari Kota Padang dengan akses jalan yang baik.
Nagari ini memiliki sejumlah keunikan. Uniknya karena nagari ini mengusung konsep Ekowisata (Penyu) Berbasis Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang Merujuk pada 20 indikator Desa Tangguh Bencana. Menyandingkan ekowisata (konservasi penyu) dengan PRB masih terbilang langka dan sangat berat untuk dilakukan. Namun Amping Parak bisa menyandingkannya. Salah satu alasan menyandingkan wisata dengan bencana adalah adanya ancaman Megatrust Mentawai yang diprediksi para ahli menghasilkan gempa berkekuatan 8,9 SR. Oleh karena itu melestarikan pelestarian, wisata dan upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB).
Kegiatan Laskar Pemuda Peduli Lingkungan disingkat dengan LPPL yang bergerak di bidang lingkungan hidup. Langkah pertama yang dilakukan adalah upaya penghijauan pantai yang tandus di Amping Parak, kemudian upaya penanaman mangrove di areal pasang surut, penanaman vegetasi pantai ini dilakukan dengan pola tanam mitigasi bencana.
Kegiatan komunitas lingkungan selanjutnya adalah perlindungan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan dari berbagai ancaman perusakan, misalnya perlindungan penyu dengan status hampir punah tersebut. Di pantai yang sudah ditanami vegetasi tiga jenis penyu yang rutin bertelur yakni : penyu lekang, penyu hijau dan sisik.
Kegiatan perlindungan penyu sudah dilakukan semenjak tahun 2015. Pada masa awal kegiatan konservasi penyu, LPPL masih mengandalkan penyelamatan telur penyu, namun semenjak ada Peraturan Wali Nagari tentang Perlindungan Penyu dan Habitatnya Kegiatan LPPL berkembang lebih luas yakni melindungi habitat peneluran penyu.
Maka dari kegiatan-kegiatan yang telah berlangsung tersebut dirasakan perlunya kegiatan peningkatan kapasitas pengelola, masyarakat dan pemerintah. Begitu pula dengan kegiatan pendataan guna menghasilkan data tentang penyu.
Kegiatan Capaian
Capaian kegiatan hingga akhir periode pelaporan pada bulan Agustus-Desember tahun 2025 adalah sebagai berikut:
1. Pembangunan sarana pendidikan
2. Telah dilaksanakan Pelatihan Konservasi Penyu Berbasis Masyarakat di Gedung Edukasi
3. Pendataan dan Survei Penyu di Pantai Pneluran Amping Parak
Hambatan dan tantangan
Secara umum pada periode Agustus hingga Desember 202 5 , belum ditemukan kendala atau hambatan yang berarti dalam pelaksanaan kegiatan. Tantangan utama yang dihadapi pada akhir bulan September, Oktober hingga Desember adalah kondisi alam yang sudah memasuki musim penghujan yang berpengaruh terhadap aktivitas lapangan.
Tabel Ringkas Program Capaian
| Ruang Edukasi | Luas Ruangan Dibangun Luas Tambahan Luas Swadaya Total Luas Ruang Edukasi | 6 x 6 meter 6 x 2 meter 6 x 4 meter 6 x 12 meter |
| Kegiatan Edukasi | Pendidikan Masyarakat Edukasi Sekolah Pendidikan Umum | 80 500 40 |
| Survei dan Pendataan Penyu | Penyu Lekang Penyu Hijau Penyu Sisik Penyu Belimbing | 25 Sarang 17 Sarang 9 Sarang 2.491 Tukik |
| Patroli | Patroli Pantai Patroli Pulau | 1 kali 1 kali |
| Intervensi Kebijakan (MoU, Policy Brief, SOP, PerGub, PerBup, Perdes, dll) | Desa/Nagari | 3 |
Pelaksanaan Kegiatan
Pembangunan Ruangan Edukasi di Konservasi Penyu Amping Parak
Kegiatan pembangunan ruangan edukasi dilakukan di sisi belekang sekeretariat Pokmaswas LPPL. Pembangunan ruang pendidikan dilaksakan oleh pekerja lokal dan bahan lokal. Pada perencanaan awal ruang edukasi 6 meter kali 6 meter dan diselesaikan dengan volume 6 meter kali 10 meter. Penambahan volume tersebut disebabkan adanya swadaya kelompok.
Pondasi beton berjumlah 9 dan dilanjutkan tiang dan kolom beton. Ketebalan pondasi 40 x 40 cm dengan tulang cakar ayam di cor campuran semen dank koralkerikil berpasir. Tiang beton dan balok kolom adalah lanjutan dari tiang beton yang juga menggunakan tulang anyaman besi 8 inci dan coran.

Gambar Gedung Edukasi
Pendataan dan Survei Penyu
Pendataan dan survei penyu dilakukan di Pantai Peneluran Konservasi Penyu Amping Parak. Pendataan dilakukan oleh enumerator dari Pokmaswas LPPL pada malam maupun pagi hari saat atau setelah penyu mendarat. Peralatan yang digunakan saat melakukan pendataan dan survey adalah : senter, meteran, formulir pendataan, pena ember, penetasan semi alami dan papan pencatatan penyu. Ember digunakan untuk merelokasi telur penyu ke tempat penetasan semi alami jika diperlukan. Relokasi dilakukan bilamana lokasi sarang memiliki risiko diserang atau dirusak predator. Berikut rangkuman pengaturan penyu bulan September dan Oktober tahun 2025:
| Survei dan Pendataan Penyu | Penyu Lekang Penyu Hijau Penyu Sisik Penyu Belimbing | 25 Sarang 17 Sarang 9 Sarang 0 |
.jpeg)
Gambar pendataan dan survei penyu
.jpeg)
Gambar Papan Pencatatan Telur Punyu pada Penetasan Semi Alami
Hasil survei dan pendataan penyu dicatat pada formulir laporan pendataan yang merupakan formulir resmi dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang. Laporan pendataan penyu tersebut memuat tanggal survei, nomor jejak, jenis penyu, lebar jejak, ada tidaknya telur, lokasi sarang, jumlah telur (baik/rusak), transmisi, perkiraan tanggal menetas, nama dan tanda tangan enumerator yang melakukan survei.
%20-%20Copy%201.jpeg)
Gambar Laporan Pendataan Penyu
Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Edukasi tentang penyu kepada masyarakat merupakan bagian penting dalam kegiatan konservasi penyu agar pemahaman tentang konservasi diketahuai bersama-sama. Maka setelah dibangun gedung edukasi dan sarana pendukung edukasi maka Pokmaswas Laskar Pemuda Peduli Lingkungan menggelar berbagai kegiatan edukasi pada ruang edukasi.
Edukasi pertama diberikan kepada tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat lainnya dengan memperhatikan keterlibatan kaum perempuan. Selanjutnya pemateri atau narasumber pada kegiatan edukasi dan sosialisasi adalah para praktisi dan ahli tentang penyu diantaranya : DR. Harfiandri Damanhuri, DR. Reti dan Epaldi Bahar. Ketiganya adalah narasumber yang memiliki kompetensi pada kegiatan konservasi penyu dan lingkungan.
Edukasi kedua dilaksanakan pada tanggal 20 November tahun 2025 yang dibawakan oleh Amping Parak dengan fokus bahasan tentang Peraturan Nagari Tentang Perlindungan Penyu dan Pantai Peneluran. Pemateri terdiri dari Ketua KAN Amping Parak, Ketua BAMUS Amping Parak, Wali Nagari Amping Parak dan Novrizal sebagai Pegiat Konservasi Penyu DKP Sumbar.
%20-%20Copy%201.jpeg)
Gambar Edukasi Konservasi Penyu kepada Masyarakat Amping Parak
Pada bulan Agustus hingga Desember 2025 Pokmaswas LPPL juga melakukan kegiatan rilis berbagai jenis tukik secara mandiri maupun bersama insatansi pemerintah dan lainnya. Selama bulan September dan Oktober 2025 1850 tukik dari berbagai jenis dirilis.
Berikut rangkuman penyu yang dirilis pada bulan September dan Oktober tahun 2025:
| Rilis / Pelepasliaran Tukik | Penyu Lekang Penyu Hijau Penyu Sisik Penyu Lekang | 1.456 761 173 0 |
.jpeg)
Gambar Rilis Penyu di Amping Parak
Patroli Pantai dan Pulau
Pokmaswas LPPL telah melaksanakan kegiatan patroli pantai dan pulau. Patroli pantai dilaksanakan pada tanggal Jumat-Sabtu (5-7 Desember 2025). Jumlah peserta patrli 15 dengan melibatkan PSDKP.
Selanjutnya patroli Pulau Kerabak dilaksanakan pada Sabtu – Minggu (7-8 Desember 2025) juga melibatkan PSDKP DKP Prvinsi Sumatera Barat.
.jpeg)
Foto Patroli Pokmaswas LPPL
(Webtorial Kompasnagari.kim.id)