Darpius Indra, S.H Penjaga Lingkungan dari Pessel

  • Apr 17, 2026
  • Kompasnagari.kim.id
  • Artikel

Penulis : Pasisia Bana
Darpius Indra merupakan sosok yang konsisten mengabdikan hidupnya pada pelestarian lingkungan di Kabupaten Pesisir Selatan. Putra Balaiselasa berusia 57 tahun ini dikenal sebagai aparatur sipil negara dengan rekam jejak panjang dan integritas yang teruji. Sejak diangkat menjadi pegawai negeri sipil pada 1990, Darpius menapaki jalan pengabdian dengan kesadaran bahwa alam adalah fondasi utama keberlanjutan hidup masyarakat pesisir.

Saat ini, Darpius bertugas di Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan. Sebelumnya, ia telah menjalani berbagai penugasan di sektor strategis, mulai dari perikanan dan kelautan hingga Dinas Lingkungan Hidup. Pengalaman lintas sektor itu membentuk pemahaman utuh tentang hubungan antara kebijakan publik, penegakan hukum, dan perlindungan ekosistem.

Kiprahnya sebagai pelopor lingkungan hidup memperoleh pengakuan nasional pada 2013. Ia dianugerahi Kalpataru langsung di Istana Negara oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas dedikasinya menjaga lingkungan pesisir, terutama dalam upaya rehabilitasi dan perlindungan hutan mangrove di Kawasan Mandeh. Penghargaan itu menjadi penanda penting atas kerja panjang yang kerap dilakukan jauh dari sorotan.

Inisiasi Darpius di Kawasan Mandeh dinilai visioner pada masanya. Ia melihat mangrove bukan sekadar vegetasi pesisir, melainkan benteng alami terhadap abrasi, penjaga ekosistem laut, sekaligus penopang ekonomi masyarakat. Upaya rehabilitasi yang ia dorong menjadi fondasi bagi pengembangan kawasan pesisir yang berorientasi pada keberlanjutan.

Kepedulian Darpius tidak berhenti pada mangrove. Ia juga aktif mendorong perlindungan terumbu karang, konservasi penyu, serta pelestarian berbagai biota laut lainnya. Baginya, laut adalah satu kesatuan ekosistem yang saling terhubung. Kerusakan pada satu elemen akan berdampak langsung pada keseimbangan keseluruhan, termasuk pada mata pencaharian nelayan dan ketahanan pesisir.

Hingga kini, Darpius tetap aktif dalam Yayasan Gajah Sumatera (Yagasu), sebuah lembaga nirlaba yang fokus pada isu lingkungan hidup. Melalui yayasan tersebut, ia terlibat dalam kegiatan advokasi, edukasi, dan penguatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem darat dan laut secara berkelanjutan.

Sepak terjangnya di bidang lingkungan membuat Darpius kerap dipercaya menjadi narasumber maupun peserta aktif dalam berbagai forum nasional. Alumnus Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta ini dikenal serius dan argumentatif ketika membahas isu lingkungan, dengan pendekatan yang memadukan perspektif hukum, kebijakan, dan pengalaman lapangan.

Dengan lencana penyidik di bidang pengawasan kelautan, Darpius memahami betul bahwa laut menyimpan harapan besar bagi kesejahteraan. Namun, tanpa tata kelola yang adil dan berkelanjutan, laut justru dapat berubah menjadi sumber bencana ekologis bagi anak cucu. Prinsip itulah yang terus ia pegang dalam setiap langkah pengabdiannya sebagai penjaga lingkungan dari Balaiselasa.