SMA 3 Lengayang Gelar Observasi di Ekowisata Penyu Amping Parak

  • Apr 20, 2026
  • Kompasnagari.kim.id
  • Informasi Umum

KOMPASNAGARI.KIM.ID -130 Siswa SMAN 3 Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat melakukan observasi ke Kawasan Ekowisata Penyu Amping Parak Senin (20/4/2026). Observasi tersebut adalah salah satu program pembelajaran bagi siswa di luar kelas.

Kepala SMA 3 Lengayang Masri menyebutkan tujuan utama observasi bagi siswa adalah  agar siswa mendapatkan pemahaman mendalam, pengalaman langsung, dan data tujuan/faktual melalui observasi sistematis terhadap objek, peristiwa, atau lingkungan. Observasi melatih berpikir kritis, mengembangkan keterampilan menulis laporan, serta menghubungkan teori di kelas dengan kenyataan.

“Siswa melakukan pengumpulan data faktual dan tujuan dengan cara m engamati dan mencatat data berdasarkan fakta, bukan opini, untuk dideskripsikan secara runtut dan kronologis.Kemudian siswa mengembangkan keterampilan ilmiah agar siswa terbiasa berpikir kritis, sistematis, dan analitis dalam mengamati suatu objek atau peristiwa” katanya.

Siswa menyusun laporan hasil observasi agar siswa dapat melatih kemampuan menuangkan hasil observasi ke dalam teks laporan yang terstruktur, mencakup deskripsi umum, bagian, dan manfaat. Termasuk juga pemahaman kontekstual yakni menjembatani teori yang dipelajari di kelas dengan situasi dunia nyata (kontekstual).

“Dengan bservasi siswa juga dilatih mampu mendkumentasikan informasi hasil pengamatan sebagai bahan pembelajaran, kajian, atau pendukung penelitian.Kemudian peningkatan kesadaran lingkungan sehingga membantu siswa mengenali, memahami, dan peduli terhadap fenomena sosial maupun alam di sekitar mereka,” ungkapnya lagi.

Ketua LPPL Amping Parak Pengelola Ekowisata Penyu Haridman yang menyambut kedatangan siswa SMA 3 Lengayang tersebut menyebutkan, Kawasan Ekowisata Penyu Amping Parak memang dipersiapkan untuk edukasi bagi siswa dan lembaga lainnya. “Kami menyiapkan program edukasi lingkungan, sosial, mitigasi bencana, ekonomi, pariwisata dan lainnya,” katanya. 

Disebutkan Haridman, siswa SMA 3 Lengayang yang melakukan observasi bersama sejumlah guru tersebut diterima oleh pemandu ekowisata. “Siswa terlebih dahulu dikumpulkan di ruang edukasi untuk selanjutnya diberikan materi dasar tentang konsep konservasi, pengelolaan ekowisata dan berbagai dampak bagi ekonomi,” kata Haridman.

Disebutkan Haridman, dengan maksud menyampaikan kondisi geografis dan sejarah awal terbentuknya lembaga-lembaga ataupun komunitas penggerak konservasi. “Selain sejarah, disampaikan juga pengaruh kegiatan terhadap sumber perekonomian masyarakat,” katanya. (KIM Amping Parak)