Goro Irigasi, Tradisi Lumpo yang Terus Dijaga Masih adakah yang mau gotongroyong?.

  • Apr 15, 2026
  • Kompasnagari.kim.id
  • Informasi Umum

Oleh : Pasisia Bana
Tradisi gotong royong (goro) membersihkan saluran air irigasi menjelang musim turun ke sawah masih terus dipertahankan oleh masyarakat Nagari Lumpo, Kecamatan IV Jurai. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kelancaran pengairan bagi lahan pertanian warga.

Goro irigasi tersebut dilaksanakan secara bersama-sama oleh masyarakat, mulai dari petani hingga pemuda setempat. Mereka bergotong royong membersihkan saluran dari lumpur, sampah, dan semak yang dapat menghambat aliran air menuju persawahan.

Walinagari Lumpo, Suhardi, mengatakan bahwa tradisi ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan sudah menjadi kewajiban sosial bagi masyarakat sebelum memulai musim tanam. Menurutnya, kebersamaan dalam goro mencerminkan nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun.

“Setiap akan turun ke sawah, wajib hukumnya bagi warga untuk bersama-sama memastikan saluran irigasi dalam kondisi baik. Ini bukan hanya soal air, tapi juga soal kebersamaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, di tengah perkembangan zaman saat ini, semangat gotong royong perlu terus dijaga. Pasalnya, kecenderungan masyarakat yang mulai bergantung pada pemerintah dapat mengikis nilai kebersamaan jika tidak diimbangi dengan kesadaran kolektif.

Menurut Suhardi, pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan goro menjadi kekuatan penting dalam pembangunan nagari. Selain meringankan pekerjaan, kegiatan tersebut juga mempererat hubungan sosial antarwarga.

Dengan tetap terjaganya tradisi ini, masyarakat Nagari Lumpo berharap sistem irigasi tetap berfungsi optimal sehingga hasil pertanian dapat meningkat. Lebih dari itu, goro menjadi simbol kekuatan sosial yang terus hidup di tengah masyarakat Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan.