Profil Pandra Oktum Zalmi

  • Apr 16, 2026
  • Kompasnagari.kim.id
  • Artikel

Penulis : Pasisia Bana
Tokoh kita kali ini masih muda belia. Kalau yang menamatkan Paska Sarjana sudah banyak dan lumrah pada usia 30 tahun, namun yang mampu mewarnai kehidupan layak diapresiasi. Dia adalah anak muda Pandra Oktum Zalmi S.Pd.Gr., M.Pd. representasi generasi muda pendidik yang tumbuh dari keterbatasan, namun menjadikan pendidikan sebagai jalan pembebasan.

Lahir di Batang Kapas, Pesisir Selatan, pada 10 Oktober 1996, perjalanan hidupnya ditempa oleh ujian sejak dini. Ia menjadi yatim pada usia lima tahun dan kehilangan kedua orang tua sejak 2018. Kondisi tersebut tidak mematahkan semangat belajarnya.

Sejak mengenyam pendidikan dasar di SDN 07 Tuik (2003–2009), dilanjutkan ke MTsN 6 Pesisir Selatan (2009–2012) dan SMAN 2 Batang Kapas (2012–2015), Pandra dikenal sebagai pelajar tekun yang menjadikan sekolah sebagai ruang harapan.

Langkah akademiknya berlanjut ke perguruan tinggi. Ia menuntaskan pendidikan sarjana pada 2019, kemudian meraih gelar magister pada 2022. Komitmennya pada profesi guru dipertegas dengan mengikuti PPG Prajabatan pada 2023, sebuah fase penting yang mengokohkan identitasnya sebagai pendidik profesional.

Di luar bangku kuliah, Pandra aktif membangun kapasitas diri dan orang lain. Sejak 2019 hingga 2025, ia menjadi mentor CPNS dan PPPK, mendampingi banyak peserta menembus seleksi aparatur sipil negara. Ia juga terlibat sebagai surveyor SBLF pada Pilkada 2019–2021, serta dipercaya menjadi Pengawas Pemilu Kecamatan Batang Kapas pada 2023–2024.

Saat ini, Pandra mengabdi sebagai guru di SMP Negeri 3 Linggo Sari Baganti. Di ruang kelas, ia dikenal sebagai pendidik yang komunikatif dan dekat dengan siswa, memadukan pendekatan akademik dengan nilai empati—sesuatu yang lahir dari pengalaman hidupnya sendiri.

Prestasi akademik dan profesionalnya terbilang menonjol. Ia merupakan penerima beasiswa penuh untuk jenjang S1, S2, hingga PPG Prajabatan. Tak hanya belajar, ia juga berbagi. Pandra tampil sebagai pembicara pada Temu Pendidik Nasional XII dan menjadi narasumber dalam kegiatan akreditasi Program Magister PKn Universitas Negeri Padang.

Kreativitasnya terwujud dalam karya edukatif. Ia menciptakan komik anti-bullying sebagai media pembelajaran, menjadi guru pemilik HAKI atas salah satu buku, serta mengelola e-Bimbel Sahabat Kedinasan, sebuah platform belajar berbasis kebutuhan peserta seleksi kedinasan.

Di tingkat komunitas, Pandra aktif sebagai pengurus Komunitas Guru Belajar Pesisir Selatan, memperkuat jejaring dan kolaborasi antarguru. Dedikasinya mengantarkannya menjadi utusan Guru SMP Pesisir Selatan pada peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025, sekaligus delegasi daerah ke Jakarta dalam Temu Pendidik Nasional XII 2025.

Puncaknya, pada HGN 2025, Pandra menerima penghargaan sebagai guru berprestasi, sebuah pengakuan atas konsistensi, ketekunan, dan daya juangnya. Di usia yang masih muda, Pandra Oktum Zalmi menunjukkan bahwa latar belakang bukanlah batas, melainkan titik tolak untuk tumbuh, memberi, dan menginspirasi.