Profil Prof. Syahrial, M.Ed., Ph.D Putra Balai Selasa
- Apr 16, 2026
- Kompasnagari.kim.id
- Artikel
Penulis : Pasisia Bana
Talenta Pessel berikutnya adalah Prof. Drs. Syahrial, M.Ed., Ph.D., putra daerah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, merupakan salah seorang akademisi asal daerah yang telah menorehkan prestasi nasional dan internasional. Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jambi (Unja) itu ditetapkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Metodologi Pembelajaran Sekolah Dasar sejak 2023, atau tiga tahun lalu.
Penetapan Syahrial sebagai Guru Besar tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 38881/M/07/2023 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen, terhitung mulai 1 Juni 2023. Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 2 Agustus 2023 dan ditandatangani Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi saat itu, Nadiem Anwar Makarim. Dalam keputusan tersebut, Syahrial meraih angka kredit 904, capaian tertinggi dalam jenjang jabatan akademik dosen.
Syahrial lahir di Air Batu, Balai Selasa, Ranah Pesisir, pada 31 Desember 1964. Latar belakangnya sebagai anak daerah Pesisir Selatan menjadi bagian penting dari perjalanan akademiknya. Dari kampung halaman di pesisir barat Sumatera itu, Syahrial melangkah ke dunia pendidikan tinggi hingga menembus perguruan tinggi internasional.
Pendidikan sarjananya (S1) ditempuh di IKIP Padang pada bidang Pendidikan Bahasa Inggris (1984–1989). Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister (S2) di Deakin University, Australia, pada bidang Literacy Education (Pendidikan Dasar), dan menyelesaikan pendidikan doktoral (S3) di Australian Catholic University, Australia, pada bidang Basic Education (Pendidikan Dasar).
Sejak masa sekolah, Syahrial dikenal sebagai sosok berprestasi. “Sejak SMA saya sering mendapatkan peringkat pertama. Hingga pendidikan S1 sampai S3 semuanya dibiayai oleh pemerintah. S1 melalui beasiswa ADB, sedangkan S2 dan S3 melalui beasiswa Dikti,” ungkapnya.
Dalam dunia akademik, Syahrial dikenal luas melalui pengembangan teori pembelajaran Ethnoconstructivism, sebuah pendekatan yang mengintegrasikan teori konstruktivisme dengan kekayaan budaya Indonesia. Penelitian tentang teori ini mulai ia kembangkan secara intensif sejak 2017 dan hingga kini terus dikembangkan dalam berbagai riset pendidikan dasar.
Melalui kerja akademiknya, Syahrial telah menghasilkan lebih dari 60 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional dan internasional bereputasi. Karya-karyanya berkontribusi dalam penguatan pembelajaran kontekstual dan berbasis kearifan lokal di sekolah dasar.
Prestasi Syahrial menjadi teladan bagi generasi muda Pesisir Selatan, bahwa keterbatasan geografis tidak menjadi penghalang untuk meraih capaian akademik tertinggi. Ia pun terus mendorong mahasiswa dan pelajar, khususnya dari daerah, untuk membangun tradisi belajar yang kuat.
“Rajin membaca, tekun belajar, dan miliki pendalaman keilmuan yang khas. Dari situlah kita bisa berkontribusi bagi daerah dan bangsa,” tutup Syahrial.
Sumber : Diolah dari www.unja.ac.id