POKMASWAS LPPL dan KEHATI Latih Pemuda Amping Parak
- Jun 27, 2026
- Kompasnagari.kim.id
- Informasi Umum
KOMPASNAGARI.KIM.ID-Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Laskar Pemuda Peduli Lingkungan (LPPL) bekerja sama dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) memberikan edukasi kepada Pemuda dan Tokoh Masyarakat Amping Parak tentang perlindungan penyu. Pelatihan tersebut berlangsung Sabtu (26/62026) di Gedung Edukasi Keanekaragaman Hayati POKMASWAS LPPL Amping Parak Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan.
Ketua POKMASWAS LPPL Haridman menyebutkan, pelatihan ini bertujuan agar pemahaman pemuda dan tkoh masyarakat di Amping Parak selaras dengan upaya perlindungan penyu yang diselenggarakan POKMASWAS LPPL. “Pemuda memiliki peran penting untuk memutus upaya perdagangan dan pemanfaatan telur penyu,” kata Haridman.
Haridman berharap, setelah diberikan materi tentang pentingnya perlindungan penyu, pemuda dan masyarakat di Amping Parak menjadi bagian penting kampanye perlindungan penyu.
Pemateri yang tampil memberikan pencerahan pada pelatihan bertajuk "Memperkuat Peran Pemuda dalam Perlindungan Penyu" tersebut adalah Irwan Desrinaldi dengan judul makalah "Peran Pemerintah Nagari dalam Perlindungan Penyu". Kemudian Rika Putra Abbas memberikan materi "Peran Pemuda dalam Knservasi Penyu" dan Nofrizal Arianto dengan materi "Teknik Survei dan Pendataan Penyu.
Irwan menyebutkan, Pemerintah Nagari Amping Parak mendukung penuh upaya pelestarian penyu yang dilakukan oleh POKMASWAS LPPL . “Kita meminta masyarakat untuk tidak lagi mengambil telur penyu untuk alasan apapun. Penyu adalah hewan langka yang keberadaannya sudah terancam punah, maka tugas kita bersama untuk menyelamatkannya,” kata Irwan.
Nagari Amping Parak telah mengeluarkan sejumlah peraturan agar lingkungan terjaga dengan baik. "Misalnya Pernag Tentang Perlindungan Penyu Pernag Tentang Perlindungan Mangrove dan lain-lain.
Selanjutnya Rika Putra Abbas Konsrvasionis TNKS menjelaskan peran penting penyu dalam menjaga ekosistem laut. “Penyu adalah salah satu hewan laut yang berfungsi menjaga ekosistem. Kawasan yang penyunya lestari maka lautnya akan sehat dan ikannya akan banyak,” katanya.
Yusma Joyo juga menjelaskan, ada pendapat yang keliru tentang manfaat mengkonsumsi telur penyu. "Ada informasi yang berkembang bahwa mengkonsumsi telur penyu dapat meningkatkan stamina. Pendapat ini keliru, malah sebaliknya telur penyu mengandung logam berat dan berbahaya bagi kesehatan," katanya.
Oleh karena itu Yusma Joyo mengajak seluruh masyarakat di Pesisir Selatan untuk tidak lagi mengonsumsi telur penyu. “Mari kita bersama-sama melindungi penyu dari ancaman kepunahan,” katanya. (Eddie Djambak)