Amping Parak Dapat engakuan UNESCO

  • Jul 05, 2026
  • Kompasnagari.kim.id
  • Informasi Umum

KOMPASNAGARI.KIM.ID-UNESCO akui Tsunami Ready Community (TRC) Amping Parak Nagari Amping Parak. Pengkuan itu ditandai dengan sertifikat ang diberikan UNESO pada Amping Parak.

Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas II A Padang Panjang Suhaidi Sabtu 5 Juli 2026 mengatakan, penerahan sertifikat akan berlangsung pada tanggal 16 Juli 2026 secari daring. Pihak BMKG Pusat dan UNESCO saat ini sedang mematangkan persiapan penyerahan sertifikat.

Sebelum mendapatkan pengakuan UNESCO, Amping Parak telah mengikuti Sekolah Lapang Gempa untuk sebagai persiapan pengukuhan Tsunami Ready  Community (TRC) Amping Parak Tingkat Nasional. Kesepakatan lintas sektor di Amping Parak dengan pihak BMKG, sekolah lapang gempa tersebut digelar pada tanggal 24 hingga 25 Februari 2025 lalu.

Suhaidi mengatakan, Amping Parak telah dipersiapkan sebagai Nagari Tsunami Ready. Maka sebelum di kukuhkan, sebelumnya diberikan sekolah lapang kepada pegiat kebencanaan nagari dan kabupaten. "Sebelumnya sejumlah dokumen telah dilengkapi oleh Nagari Amping Parak. Kami berkeyakinan, Amping Parak cocok dijadikan sebagai Nagari Tsunami Ready," ungkapnya.

Pada tanggal 25 Februari 2025 lalu, Amping Parak dikukuhkan sebagai Nagari Tsunami Ready ditingkat nasional leh BMKG Pusat yang dihadiri langsung Pimpinan BMKG dari pusat.

Tsunami Ready Community (TSC) di Amping Parak Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan untuk mengantisipasi ancaman bencana tsunami di Samudra Hindia. "Pembentukan  TSC sangat penting guna meminimalkan pengurangan risiko bencana gempa bumi di laut yang sewaktu-waktu bisa terjadi, seperti tsunami di Aceh 19 tahun silam. Tsunami Aceh 2004 silam menjadi pelajaran bagi negara-negara di kawasan Samudra Hindia bahwa tsunami yang terjadi tiba-tiba berdampak fatal bagi negara-negara di kawasan tersebut dan menyebabkan banyak korban jiwa," katanya.

Menurutnya Amping Parak salah satu nagari ang ditargetkan menjadi TSC. Saat ini telah terbentuk 11 TSC di Indnesia. Sebelumya BMKG Pusat juga mengajak negara-negara di kawasan Samudra Hindia untuk berkolaborasi mempercepat terbentuknya Tsunami Ready Community.

Potensi Tsunami di Samudera Hindia.

Selain tsunami Aceh 2004, bencana tsunami Samoa 2009, tsunami Chili 2010, dan tsunami Tohoku Jepang 2011 juga menjadi bukti bahwa ancaman tsunami di Samudra Hindia nyata adanya.

Menurutnya, Samudra Hindia merupakan salah satu wilayah di dunia yang sangat rawan terkena tsunami.Samudra Hindia terdiri dari dua zona subduksi yang dapat menyebabkan tsunami di seluruh samudra.

"Maka dari itu, ancaman tersebut harus diantisipasi dengan membangun kapasitas seluruh negara agar dapat merespons potensi tsunami secara tepat waktu. Utamanya dalam peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat, serta peningkatan keterjangkauan informasi kepada masyarakat," terangnya.

Tsunami Ready Community Itu Apa ?

Tsunami Ready Community adalah program peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman tsunami. Tsunami Ready Community diartikan sebagai komunitas siap tsunami, yaitu sebuah upaya dari pejabat dan penduduk setempat dari seluruh dunia untuk menyelamatkan nyawa masyarakat yang rawan terhadap risiko tsunami.

Dikutip dari laman BMKG, Tsunami Ready Community bertujuan untuk membangun masyarakat yang memiliki kesadaran dan kesiapsiagaan untuk melindungi kehidupan, mata pencaharian, dan harta benda dari tsunami di berbagai wilayah, sehingga dapat meminimalkan korban jiwa.
Program ini berbasis pada 12 indikator aspek penilaian potensi bahaya (assessment), kesiapsiagaan.(LTC)